«

»

ADAKAN WORKSHOP DESAIN KEMASAN PRODUK GUNA DONGKRAK PENJUALAN

 

20180503_093133Probolinggo 3/5/2018. Dalam menjual suatu produk, kemasan tentu menjadi hal yang tidak bisa dikesampingkan. Kemasan ini tidak hanya berfungsi sebagai wadah, tetapi juga harus mampu berfungsi sebagai sarana promosi yang berdaya jual serta memenuhi fungsi lainnya seperti memberikan perlindungan bagi produk yang dikemas, serta merupakan sumber informasi dan ciri khas dari suatu produk yang akhirnya mampu membuat konsumen tertarik dan merasa puas dengan produk tersebut.

 

Hal ini senada dengan yang disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Probolinggo, Rey Suwigtyo dalam Workshop Desain Kemasan Produk yang bekerja sama dengan Balai Informasi Teknologi (BIT) LIPI Bandung, Kamis (3/5) lalu di Ruang Pertemuan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Probolinggo.

 

Dalam workshop yang mengundang para penggiat Usaha Makro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Probolinggo ini, Rey Suwigtyo jug menyampaikan bahwa kemasan merupakan bagian pertama produk yang dihadapi pembeli dan mampu menarik atau menyingkirkan pembeli. “jika orang sudah melihat kemasan luar menarik, maka orang tersebut akan tertarik untuk membeli. Jika di era globalisasi seperti ini yang kita tampilkan pas pasan, maka kita akan kalah saing, apalagi sekarang sudah masuk jamannya perdagangan bebas”, ujarnya.

 

Dalam kesempatan itu, Tyo menyampaikan bahwa pemerintah tengah memacu daya saing industri kecil dan menengah agar semakin kompetitif dipasar domestik maupun global. “salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan pemberian bantuan desain kemasan dan merk”, ujarnya.

 

Tyo berharap, dengan adanya workshop kemasan produk ini, kualitas kemasan produk IKM akan semakin meningkat, baik dari aspek bahan kemasan, desain, labelling hingga perlindungan hak kekayaan intelektual (HKI). “upaya tersebut dapat memberikan nilai tambah serta menjadi faktor pembeda dari produk kompetitor sejenis dalam menghadapi persaingan global”, imbuhnya.

 

Sementara itu, Kepala UPT Balai Informasi Teknologi LIPI, Tommy Hendrik mengatakan bahwa workshop ini sebagai tindak lanjut dari kerjasama LIPI dengan Pemerintah Kota Probolinggo. Mengenai desain kemasan produk, Tommy berharap agar dengan adanya workshop ini, para pelaku IKM dapat membangun citra atau branding, sehingga Kota Probolinggo dapat dikenal oleh semua orang. “disini juga nanti akan diajari bagaimana membuat produk yang eye catching dan bisa diterima masyarakat”, terangnya.

 

Dalam workshop ini, dihadirkan narasumber dari UPT Balai Informasi Teknologi, LIPI, Alief Hartanto. “Dahulu packaging protects what it sells, tapi sekarang, packaging sell what it protect”, ujar Alief. Menurutnya, kemasan suatu produk harus memenuhi beberapa unsur, yaitu mencantumkan nama produk, uraian keterangan produk, nilai kandungan gizi/zat kimia, nomor ijin (BPOM atau sertifikasi halal), keterangan tanggal produksi dan batas konsumsi serta keterangan produsen.

 

“dalam membuat kemasan, harus ada strategi, yang pertama tentukan target market, tentukan material kemasan, sketsa konsep kemasan, desain lay out kemasan serta proses pencetakan desain kemasan”, ungkapnya. Selain itu, Alief juga mengatakan, dalam membuat desain kemasan, harus mempertimbangkan beberapa aspek, yaitu harus mempunyai nilai manfaat, ramah dengan produk yang dibawanya, unik dan berkarakter, kreatif dan berdaya saing. (SD)

Yahoo! Status Checker by Techya