BUDI DAYA OKRA ORGANIK DI KOTA PROBOLINGGO

Probolinggo, 07/1/2019. Okra merupakan salah satu jenis tanaman sayuran yang juga berkasiat sebagai obat herbal. Saat ini banyak masyarakat yang memanfaatkan tanaman asal Afrika ini untuk mengusir kolesterol jahat dalam darah.

Di kota Probolinggo, tanaman Okra dapat ditemui di Karang Kitri Kelurahan Kanigaran yang teletak di perum Asbari, Kelurahan Kanigaran, Kota Probolinggo. Tanaman Okra ini dibudidayakan bersama, oleh masyarakat yang tinggal disekitar RT 06 RW XII.

Menurut Choiriyah, selaku Ketua Karang Kitri, ia bersama anggotanya membudidayakan tanaman Okra sejak bulan Agustus 2018 silam. Hasilnya, tanaman Okra tumbuh subur dan berbuah. “Ada 350 pohon Okra yang siap dipanen setiap hari, rata-rata dalam sehari bisa panen 5 kg,” kata Choiriyah.

Untuk memasarkannya, Choiriyah membuat jaring marketing bersama Karang Kitri lainnya, akan tetapi hasil penjualnya masih belum maksimal. “Masih banyak orang yang belum tahu, kalau kita membudidayakan Okra,” tuturnya.

Padahal dari sisi kualitas, Choiriyah menjamin tanaman Okranya 100 % organik, atau tanpa menggunakan pestisida, pupuk atau obat kimia. Untuk sekilogram buah Okra organik dijual dengan harga 20 ribu rupiah.

“Kami menerapkan produk organik, termasuk Okra ini juga organik, Insha Allah lebih sehat. SABAR, Sehat Bersama Okra,” katanya

Choiriyah juga mengungkapkan bahwa ada warga yang mengkonsumsi Okra sehingga sudah tidak ketergantungan obat. “Dari sejumlah testimoni disampaikan warga yang mengkonsumsi Okra ini juga bermanfaat untuk mengendalikan gula darah. Selain itu juga Okra bisa diolah menjadi lalapan, oseng-oseng, cemilan Okra cabe garam, hingga keripik Okra,” (Oke)