MUI BERI PEMBINAAN TATA CARA SEMBELIH UNGGAS SECARA SYAR’I

Probolinggo, 8/10/2019 – Adanya temuan ayam Tiren (mati kemaren, red), sakit, dan cara penyembelihan yang kurang tepat, petugas pada Rumah Potong Hewan (RPH) dan pengusaha yang ada di setiap kecamatan se Kota Probolinggo, dikumpulkan di Aula Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Probolinggo, Selasa (8/10) pagi, untuk mendapatkan tambahan pengetahuan sesuai dengan tugas pokoknya sebagai tukang jagal (sembelih).

Ketua Majelis Umum Indonesia (MUI) Kota Probolinggo Nizar Irsyad selaku penyelenggara, menyampaikan bahwa kegiatan pagi ini bertujuan meningkatkan skill agar sesuai dengan teori syariah. Pembekalan yang diberikan, tak lain cara memotong hewan unggas berdasarkan teori syariah sehingga hasil yang dilakukan bagus dan halal.

4095d154 bcb6 49c7 8781 9f5c6de52475

“Disini nanti teman-teman diberikan pemahaman terkait tata cara pembinaan dan penjelasan bagaimana menyembelihan hewan unggas yang syar’i. Disitu petugas juga harus menghormati hewan. Dimana memotong hewan harus tidak menyakiti (menyiksa),” ucapnya.

Sebagai contoh, lanjutnya, petugas tidak boleh membunuh ayam dengan kuku, menyilet dan lain-lain dengan tujuan menyakiti atau memperlambat cara matinya. Artinya harus disembelih dengan pisau yang tajam di bagian leher sehingga terputus dua urat didalamnya. Cara pemotongannya ini harus benar sehingga menghasilkan daging yang sesuai kaidah islam, halal, sehat dan tidak terjangkit penyakit,” paparnya.

Karena, ia mengingatkan, ketika cara penyembelihannya tidak benar sacara syariat, maka daging yang dihasilkan jelas haram, karena dianggap bangkai.

Sementara itu Plt. Kepala DPKP Sudiman melalui Kepala Seksie Pengawasan Kesehatan Hewan Vaiga Miriami, mengaku bahwa ini merupakan bagian dari program DPKP khususnya bidang kesehatan hewan, dimana dari segi medis, menyembelih hewan secara syar’i membuat kualitas daging menjadi lebih baik dan sehat. “Kita menyebutnya dengan istilah ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal, red),” katanya.

Hal itu dikarenakan darah akan keluar dari tubuh hewan secara sempurna. Darah sendiri adalah sumber kontaminasi sehingga apabila darah tidak keluar dengan sempurna maka daging akan mudah terkontaminasi.

“Daging yang disembelih secara syar’i, tentu akan menampakkan penampilan yang lebih bagus, jadi warnanya juga merah cerah. Sehingga dari sisi kualitas baik dari kesehatan, nilai gizi, dan yang lainnya juga akan menjadi lebih baik,” ucap Vaiga Miriami, dokter hewan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan yang didapuk sebagai narasumber. (Sonea)