ANTISIPASI PENYEBARAN COVID-19, PEMKOT PROBOLINGGO LIBATKAN FORKOPIMDA, TOGA DAN TOMAS

MAYANGAN – Upaya antisipasi dan pencegahan penyebaran virus corona Covid-19 terus dilakukan Pemerintah Kota Probolinggo. Setelah mengumumkan kebijakan meliburkan kegiatan belajar mengajar, Pemerintah Kota Probolinggo menggelar Fasilitasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Senin (16/3), di Orin Resto.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin dengan didampingi Sekda drg. Ninik Ira Wibawati dan anggota Forkopimda. Hadir pula para asisten di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo, kepala OPD, camat dan lurah, Kepala Kemenag Kota Probolinggo, Ketua MUI Kota Probolinggo dan juga sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat Kota Probolinggo.

IMG 20200316 WA0023

Sebagai upaya preventif, dua petugas Dinas Kesehatan Kota Probolinggo pun disiapkan untuk melakukan pengecekan suhu tubuh dan meneteskan hand sanitizer ke seluruh undangan yang hadir. Hasilnya, seorang pengunjung diperbolehkan pulang, karena suhu tubuhnya mencapai 38.5 derajat celcius.

Kepala Bakesbangpol Ahmad Sudiyanto melaporkan, kegiatan ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi antara Forkompimda dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat, dan juga menyampaikan informasi dan komunikasi dua arah antara Forkopimda dan tokoh agama/tokoh masyarakat di Kota Probolinggo.

Dalam sambutannya, Wali Kota Hadi Zainal Abidin menyatakan dirinya telah mengambil kebijakan meliburkan kegiatan belajar mengajar dimulai Senin (16/3) hingga empat belas hari ke depan guna mengambil tindakan pencegahan Covid-19. “Langkah yang harus kita ambil untuk pencegahan Covid-19, seperti meliburkan kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah, memutus rantai penyebaran Covid-19. Jangan diasumsikan seakan-akan ada yang sakit, sehingga sekolah diliburkan, jangan beranggapan seperti itu,” ujarnya serius.

IMG 20200316 WA0025

Menurut Habib Hadi, hal-hal lain yang perlu diperhatikan adalah menjaga kesehatan, menjaga kondisi tubuh, makan-makanan yang bergizi yang dapat memperkuat imunitas. “Terapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). RSUD pun sudah menyiapkan ruang isolasi Covid-19 untuk antisipasi. Mudah-mudahan tidak ada yang menginap di ruang isolasi itu. Hubungi call center 112 jika masyarakat ingin mendapatkan kejelasan terkait virus corona. Kami telah menyiapkan petugas dari Dinas Kesehatan yang dapat langsung memberikan respon,” bebernya.

Wali Kota juga mengimbau tokoh agama dan tokoh masyarakat terkait pemakaian tempat ibadah. Ia menyarankan selesai ibadah shalat untuk menggulung karpet. “Karena ini merupakan peringatan internasional dari WHO, gulung karpet usai shalat. Alangkah baiknya kita membawa sajadah (alas shalat) sendiri dari rumah, tetap shalat seperti biasanya berjamaah di masjid,” urainya.

Upaya pemkot mencegah Covid-19 mendapat dukungan penuh dari Polresta. Kabag Operasi AKP Kompol Hermawanto Tjahyono menyampaikan pihaknya telah membuat satuan tugas yang melibatkan para Camat, Kapolsek, Danramil, Lurah, puskesmas, dan tokoh agama serta tokoh masyarakat. Menurutnya, melalui satgas ini, dapat disampaikan kepada masyarakat untuk tak lagi melakukan jabatan tangan atau cipika-cipiki (cium pipi kanan, cium pipi kiri). Namun, hal tersebut dapat diganti dengan salaman modern sembari dirinya mencontohkan salaman yang dimaksud diikuti tepuk riuh peserta yang hadir dalam ruangan itu.

Dandim 0820 Letkol Inf Imam Wibowo mengatakan dirinya tinggal menunggu perintah kepala daerah, jika nantinya Kota Probolinggo diberlakukan system lockdown. Namun, hal demikian hingga saat ini masih tidak perlu dilakukan, karena menurutnya Kota Probolinggo merupakan kota dengan lalu lalang jujukan kota-kota lain yang melintasinya sehingga dapat mempengaruhi perekonomian. “Tidak perlu panic buying. Kodim siap untuk melaksanakan penindakan jika terjadi penimbunan/pembatasan persediaan barang-barang. Kami mengimbau pada masyarakat untuk cerdas menyikapi Covid-19, namun tetap harus waspada,” tegasnya.

Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejari Elan Jaelani menekankan pada pidana di lembaga pemasyarakatan (lapas) kota. Menurutnya, kondisi lapas saat ini penuh dan ada penanganan secara khusus terhadap penghuni lapas terkait Covid-19. Dirinya juga kerap bolak balik ke Jakarta, menggunakan transportasi umum (terminal atau bandara). “Kami berasal dari pusat, bekerja di daerah. Kami siap membantu Dinkes memeriksa kesehatan penghuni lapas dan pegawai kejaksaan sendiri,” tuturnya.

IMG 20200316 WA0027

Panitra Muda Hukum Pengadilan Negeri M. Heru mendukung penuh program pemerintah kota dalam upaya pencegahan Covid-19. Menurutnya, kantornya tetap membuka pelayanan karena pengadilan negeri setiap harinya melakukan sidang, baik pidana maupun perdata. “Kami setiap hari melakukan sidang. Saat sidang kami antisipasi dengan pemberian masker dan antiseptic agar penyebaran Covid-19 tidak terlalu besar,” bebernya.

Dalam kesempatan itu pula diajarkan bagaimana cara membuat hand sanitizer oleh Plt Dinas Kesehatan P2KB dr. Nurul Hasanah Hidayati. Menurutnya bahan-bahan yang digunakan masih terjual bebas di apotik maupun toko bahan kimia dengan harga yang masih terjangkau. (dewi)