BIKIN WALI KOTA HABIB HADI – WAWALI SUBRI NGILER, KAJARI YENI MASAK APA SIH?

MAYANGAN – Anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Probolinggo punya cara sendiri mengisi waktu di tengah merebaknya virus COVID-19. Di tengah agenda yang padat, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Probolinggo Yeni Puspita rela memasak untuk Wali Kota Hadi Zainal Abidin dan Wawali Mochammad Soufis Subri.

IMG 20200317 WA0031

Ya, Selasa (17/3) pagi, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan sedang panen perdana udang vaname ukuran 9, yang dibandrol Rp 60 ribu per kilo gram. Wali Kota Habib Hadi, Wawali Subri, Sekda drg Ninik Ira Wibawati, Kapolsek Mayangan dan perwakilan Kodim 0820 dan Pengadilan Negeri (PN) bareng-bareng mengangkat panen udang.

Menu yang dimasak adalah udang asam manis. Udang vaname hasil panen dari tambak milik Pemerintah Kota Probolinggo yang terletak di Jalan Lingkar Utara (JLU). Salah satu menu berbahan dasar fresh dari tambak ini, bikin Wali Kota Habib Hadi dan Wawali Subri sampai ngiler.

Laiknya chef, Kajari Yeni menyebutkan bahan-bahan dasar yang digunakan untuk memasak. Antara lain bawang putih, saos tomat, saos sambal, saos tiram, garam beryodium, gula, minyak goreng dan tentunya udang segar.

“Bawang putih ini banyak manfaatnya, selain untuk mengatasi kolesterol. Pagi ini saya akan menunjukkan bagaimana cara memasak makanan yang sehat untuk keluarga di rumah,” ujar Kajari Yeni bersemangat.

IMG 20200317 WA0028

“Ya, dengan virus COVID-19 yang merebak ini harus diimbangi dengan daya tahan tubuh dengan makan makanan yang bergizi,” sahut Sekretaris Daerah Kota Probolinggo, drg Ninik Ira Wibawati yang ikut mendampingi kajari.

“Betul, dari pada beli di luar kan mahal. Meskipun kita pejabat publik tetap harus memasak untuk keluarga. Karena kalau di rumah, saya sebagai istri bukan sebagai kajari dan harus memasak untuk keluarga,” sambung perempuan berkacamata ini.

Proses memasak pun dimulai. Pertama-tama bawang putih yang sudah digeprek, ditumis dengan minyak panas. Setelah mengeluarkan aroma harum dan berubah warna, segera masukkan udang yang sudah dikupas. Obrolan seru pun terjadi di tengah proses masak-memasak.

“Ingat ya kalau masak harus bervariasi supaya tidak bosan. Masaknya juga sambil berdoa yang baik-baik,” celetuk kajari yang mengaku sebetulnya tidak bisa memasak, sampai akhirnya ia terus belajar secara otodidak.

“Jadi, ini pelajaran untuk masyarakat khususnya ibu-ibu. Bahwa tidak ada yang tidak bisa memasak, kalau ada usaha pasti bisa. Kalau tetap ga bisa itu alasan,” cetus Habib Hadi.

“Kalau orang mau maju, pasti bisa,” sahut Kajari Yeni.

Setelah udang berubah warna, kemudian ditambah berbagai saos dan bumbu yang ada. Masak dan diaduk bumbu hingga merata. Tunggu sampai matang dan masak pun selesai.

“Kalau begini saya jadi inget istri. Kenapa ya istri saya ga masak begini,” ucap Wawali Subri dengan nada canda, dan dibalas tertawa mereka yang di sekitar gazebo tambak.

IMG 20200317 WA0029

Ternyata, Wali Kota Habib Hadi dan Wawali Subri sudah tidak tahan mencicipi masakan bikinan kajari. Bahkan Habib Hadi ambil piring duluan. Bagaimana komentar wali kota? “Tepat. Lezato. Enak. Pas ini masakannya, bisa diagendakan lagi nanti,” jawab orang nomor satu di Kota Probolinggo mengomentari masakan kajari.

“Makanannya luar biasa. Informasi bagus ini untuk masyarakat, bumbunya tidak sulit. Resepnya simpel. Kalau disuruh memberi nilai 1 sampai 10, saya kasih nilai 100,” tegas Habib Hadi disambut tepuk tangan.

Kajari Yeni pun berpesan, sebagai wanita karir atau tidak, seorang ibu harus bisa meluangkan waktu memasak untuk keluarga. Memasak kesukaan sumai dan anak. “Karena kebiasaan memasak akhirnya saya sering mencari-cari menu untuk dimasak. Dulu sebelum tugas keluar daerah, sebelum berangkat pagi, saya sudah masak untuk sarapan keluarga. Jadi, setiap pagi harus makan masakan ibunya,” jelas kajari. (famydecta)