Koordinasi dengan Camat-Lurah, Wali Kota Habib Hadi Gelar Telekonferensi

MAYANGAN – Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin menggelar telekonferensi (percakapan langsung jarak jauh) dengan Forum Komunikasi Pimpinan Tingkat Kecamatan (Forkopimcam) dan lurah se-Kota Probolinggo, Selasa (17/3) siang. Rapat ini membahas tentang kesiapan kecamatan dalam upaya pencegahan virus COVID-19.

Telekonferensi di ruang rapat Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) di Jalan Dr Saleh itu, diikuti Forkopimka di lima kecamatan dan 29 lurah di Kota Probolinggo. Yaitu Camat Mayangan M Abas, Camat Kanigaran Agus Riyanto, Camat Kademangan Pujo Agung Satrio, Camat Kedopok Imam Cahyadi dan Camat Wonoasih Deus Nawandi bersama kapolsek, danramil dan para lurah.

Dalam percakapan langsung jarak jauh itu, sejumlah poin penting disampaikan oleh Wali Kota Habib Hadi. Katanya, kecamatan harus meng-update data masyarakat yang ada di wilayahnya apakah mereka pulang dari bepergian ke daerah terdampak virus COVID-19.

WhatsApp Image 2020 03 17 at 11.37.36

“Langkah pencegahan harus dilakukan, karena masyarakat kita punya budaya silaturahmi. Bahkan banyak yang memanfaatkan momen libur untuk silaturahmi. Saya harap masyarakat bisa tenang di rumah untuk upaya pencegahan. Ini perlu disampaikan ke masyarakat bahwa penularannya tidak semudah yang dipikirkan. Tidak langsung menular asal kesehatan kita bagus dan selalu menjaga kebersihan,” jelas Habib Hadi dalam telekonferensinya.

Wali kota meminta para camat melibatkan KIM (Kelompok Informasi Masyarakat) di wilayahnya masing-masing untuk mengedukasi dan memberikan pencerahan agar tidak semakin meresahkan. Ia tidak ingin informasi di media sosial membuat resah, maka KIM harus dilibatkan untuk memberikan informasi dimotori kecamatan tanpa menimbulkan keresahan berlebihan. “Bila ada yang sakit dengan ciri-ciri yang seperti disampaikan Dinas Kesehatan, langsung saja hubungi call center 112,” kata Habib Hadi.

Wali kota pun meminta masyarakat tidak resah, tidak ikut memposting berita yang tidak jelas sumbernya. Pemerintah Kota Probolinggo pun telah menyampaikan, kegiatan yang mengumpulkan massa harus ditunda dengan pertimbangan yang matang.

“Camat-camat segera bersilaturahmi dengan tokoh-tokoh di wilayahnya agar tidak ada asumsi. Beri edukasi sehingga memunculkan persamaan persepsi terkait langkah yang sedang dilaksanakan. Sampaikan kebijakan meliburkan anak PAUD sampai SMP bukan karena ada yang sakit tapi upaya pencegahan,” ungkap bapak tiga orang anak ini.

Pada kesempatan siang itu, semua camat diminta melaporkan kondisi di masing-masing wilayah. Hasilnya, lima camat di Kota Probolinggo sudah menindaklanjuti apa yang sudah menjadi langkah pemerintah dalam mencegah COVID-19.

Camat Mayangan melakukan penyemprotan desinfektan ke tempat vital dan memberikan contoh ke masyarakat melakukan pencegahan. Camat Kedopok, akan melakukan tes aparatur bebas COVID-19 melalui pemeriksaan suhu tubuh. Kegiatan kerumunan di kecamatan atau kelurahan yang sifatnya segera akan melibatkan medis.

Sementara itu, Camat Kademangan melaksanakan kerja bakti di 6 kelurahan sebagai wujud cipta kondisi karena tidak hanya COVID-19, Demam Berdarah juga banyak ditemukan di kecamatan tersebut. Begitu pula Camat Wonoasih dan Kanigaran pun melakukan upaya pencegahan sesuai anjuran pihak terkait.

Menanggapi apa yang disampaikan para camat, Habib Hadi membenarkan jika pemerintah tidak bisa melangkah sendiri tanpa melibatkan tokoh-tokoh masyarakat. Dalam satgas khusus pencegahan, masyarakat pun harus dilibatkan.

“Jangan panik terlalu berlebihan. Kondisi fisik yang sehat dan kebersihan sudah menjadi tuntutan sejak lama serta diterapkan sehari-hari. Kurang potensi penyebaran virus jangan bepergian. Wudhu, shalat dan selalu berdoa. Segera kami akan support desinfektan, thermo gun ke kecamatan dan kelurahan,” terang mantan anggota DPR RI ini.

Melalui media sosial dan media resmi pemerintah, Wali Kota Habib Hadi ingin selalu memberikan informasi kepada masyarakat terkait pencegahan COVID-19 secara day by day. Ia ingin laporan kejadian di wilayah kecamatan hingga kelurahan selalu tersampaikan secara terbuka. (famydecta)