PROBOLINGGO(21/12)- Kota Probolinggo menjadi salah satu wilayah terdampak Erupsi gunung Bromo yang saat ini berstatus Siaga, guna mengantisipasi hal tersebut Pemerintah Kota Probolinggo melalui BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) kota Probolinggo membagikan masker secara gratis kepada masyarakat.
Walikota Probolinggo Hj. Rukmini, S.H, M.Si bersama dinas terkait membagikan masker secara langsung kepada pengguna jalan mulai dari depan Rumah Dinas hingga perempatan Brak. Walikota mengungkapkan jika pembagian masker saat ini dirasa perlu karena dampak Erupsi gunung Bromo sudah terasa di kota.
“Pembagian masker sudah dianggap perlu karena status Siaga gunung Bromo dimana Abu Vulkanik tipis sudah terasa mulai Minggu dini hari di kota Probolinggo. Untuk itu kami menghimbau masyarakat agar selalu menggunakan masker khusunya yang beraktifitas diluar rumah, karena Abu Vulkanik sangat berbahaya bagi kesehatan mata maupun menyebabkan ISPA,” ujarnya.
Kepala BPBD kota Probolinggo Amin Fredy mengungkapkan jika pihaknya selalu berkoordinasi dengan pihak terkait mengenai dampak Erupsi gunung Bromo di kota Probolinggo, mulai dari BNPB, PVMBG, Dinas Kesehatan, dan lain sebagainya.
“Kami bagikan masker kepada masyarakat sebanyak dua belas ribu mulai hari ini hingga besok di beberapa titik, perempatan Wonoasih, perempatan Brak, pertigaan King, depan Kodim, Gladak Serang, dan perempatan kelurahan Pilang, ” jelasnya.
Lebih lanjut Amin menambahkan jika Abu Vulkanik tipis yang melanda kota Probolinggo seperti saat ini biasanya berlangsung lama hingga dua sampai tiga bulan tergantung arah angin, berdasarkan informasi dari PVMBG. (Crl)

