PEMKOT SIDAK GARAM TAK BERYODIUM

2015_12_Sidak GaramPROBOLINGGO(29/12)- Menjelang akhir tahun 2015 Pemerintah Kota Probolinggo menggelar Sidak Peredaran Garam Tidak Beryodium di Pasar Baru Kota Probolinggo, yang dimulai pukul 09.00 WIB dipimpin langsung Walikota Probolinggo Hj. Rukmini, S.H, M.Si dimana kegiatan merupakan agenda rutin tiap tahunnya.

“Saya cukup perihatin dengan kondisi dibeberapa wilayah yang masyarakatnya terkena penyakit gondok ataupun tubuh kerdil karena kekurangan yodium, agar tidak terjadi di kota Probolinggo kami melakukan antisipasi dengan menggelar sidak terkait peredaran garam tidak beryodium dipasaran dan memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya mengkonsumsi garam beryodium,” ungkapnya.

Di Pasar Baru Kota Probolinggo didapati banyak temuan penjualan garam tidak beryodium atau biasa disebut garam krosok dengan melakukan uji kadar yodium secara kualitatif melalui Iodine Test, dimana garam yang mengandung cukup yodium akan berwarana ungu setelah dilakukan tes, jika tidak akan berwaran ungu muda atau tidak berubah warna sama sekali.

Toko Hanafi (Ibu Siti Komariyah) misalnya dijual 20 Kg garam krosok dengan alasan banyak diminati masyarakat untuk pembersih septi tank maupun produksi telur asin, di bedak Ibu Ma’rufah ditemukan garam tidak beryodium sebanyak 20 Kg, dan terakhir di bedak Ibu Nur menjual sebanyak 40 Kg garam tidak beryodium (garam krosok) dengan pasokan dari Kraksaan dan Pasuruan.

Kabid Pendayagunaan Diskoperindag kota Probolinggo Sugeng Riyadi mengungkapkan pihaknya akan terus melakukan pengawasan terkait peredaran garam tidak beryodium di pasaran berkoordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat. “Setelah hasil sidak hari ini, dua hari kedepan kami akan mengirimkan surat teguran kepada para pedagang agar tidak menjual lagi garam yang tidak beryodium dan diarahkan untuk menjual garam ber- SNI atau beryodium.” ujarnya. (Crl)