WASPADA RESIKO TINGGI PADA KEHAMILAN

dinkes

Probolinggo, 18/3/2016. Pagi tadi (18/3), Radio Suara Kota Probolinggo kembali mengundang narasumber pada program Dialog Interaktif. Kali ini, giliran Dinas Kesehatan Kota Probolinggo yang didaulat untuk memberikan materi.

Pada kesempatan tersebut, Dinkes melalui 2 orang pembicara, yaitu Islah, Bidan Koordinator dari Puskesmas Sukabumi dan salah seorang stafnya, Diene Sofiati menyampaikan materi tentang kehamilan resiko tinggi.

Dalam dialog yang berlangung selama 1 jam tersebut, salah seorang pendengar Radio Suara Kota Probolinggo, Abu, melalui saluran SMS (short message service) menanyakan mengenai permasalahan yang dihadapinya. “Diluar rencana kami, istri saya yang sudah berumur 40 tahun kini hamil 3 minggu sedangkan bayi kami masih berumur 9 bulan dengan lahir caesar. Apakah boleh dengan alasan kesehatan dan resiko tinggi janin tersebut digugurkan? Sedangkan istri mentalnya down karena pihak keluarga istri menyalahkan saya selaku suaminya karena tidak segera ikut KB” tanyanya.

Menjawab pertanyaan tersebut, Islah mengatakan,  dari segi usia, benar bahwa risiko komplikasi kehamilan semakin tinggi setelah di atas usia 40 tahun. Akan tetapi ini adalah penilaian secara umum, dan harus dinilai lagi per individu.

Jika memang kesehatan istri selama ini baik, maka menurutnya kehamilan pada usia ini tidak mengapa dilanjutkan. Kemudian dengan memperhatikan kondisi si istri, disarankan untuk berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter kandungan yang menangani persalinan sebelumnya, karena dokter tersebut tentu telah mengetahui riwayat kesehatan istri dan kondisi pre dan post operasinya.

“risiko atau bahaya yang ada belumlah tampak secara nyata, masih berdasarkan probabilitas, sehingga tidak boleh menggugurkan janin tersebut. Sedangkan yang dibolehkan secara syariat, sepengetahuan kami, adalah dibolehkannya aborsi adalah jika ada maslahat yang nyata yang diperoleh, atau menolak bahaya yang jelas adanya,” terangnya.

Kehamilan risiko tinggi adalah kondisi kehamilan yang berpotensi menimbulkan risiko komplikasi lebih besar dibanding kondisi normal yakni pada ibu, janin, atau keduanya. Faktor penyebabnya terbagi menjadi faktor maternal atau faktor bawaan Ibu, seperti usia kurang dari 15 tahun atau di atas 35 tahun, Kekurangan atau kelebihan berat badan, dan sebagainya. Sedangkan pada faktor bawaan janin, seperti terinfeksi TORCH, atau kecacatan berat akibat obat-obatan, dan sebagainya. (nea/SD)