Surabaya, 26/10/2016. “terdapat problematika dari sisi internal maupun eksternal yang kerap kali dihadapi humas pemerintah. Dari sisi internal, humas pemerintah belum ditempatkan pada posisi yang strategis sehingga kesulitan untuk mengambil keputusan secara cepat dan tepat, sedangkan dari sisi eksternal, humas pemerintah kerap kali kalah dalam menghadapi pemberitaan media”, ungkap Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jawa Timur, Eddy Santoso dalam Rapat Kerja Daerah dan Workshop Kehumasan yang diadakan di ruang Bina Loka Kantor Gubernur Jawa Timur pagi tadi (26/9).
Dalam sambutannya, Eddy juga menyampaikan bahwa untuk menjawab dua problematika tersebut, Presiden Jowoki beberapa waktu yang lalu telah mengeluarkan Instruksi Presiden No. 9 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Komunikasi Publik.
“dalam instruksi tersebut, Presiden secara tegas menginstruksikan kepada jajaran humas pemerintah untuk menyebarkan narasi tunggal tentang program dan kebijakan pemerintah secara lintas sektoral dan lintas daerah melalui berbagai saluran komunikasi kepada masyarakat secara cepat, tepat dan mudah dimengerti”, ungkapnya.
Sementara itu, Eko Pangkapi yang saat ini menjabat sebagai ketua Iprahumas Jatim periode 2016 – 2019 dalam sambutannya mengungkapkan bahwa Iprahumas Jawa Timur merupakan cabang Iprahumas pertama diluar Jakarta sekaligus cabang Iprahumas pertama di daerah.
“mari kita gunakan kesempatan ini untuk saling berkoordinasi dan berkonsolidasi serta untuk meningkatkan kompetisi”, ujar Eko.
Senada dengan hal tersebut, Endah Kartikawati, Ketua Iprahumas Indonesia yang juga turut hadir dalam acara tersebut juga mengatakan bahwa Pranata Humas Indonesia harus terus berhimpun dan memperkuat diri agar masyarakat secara perlahan tahu tentang keberadaan dan peran Pranata Humas sehingga perlahan-lahan mereka mencari tahu apa itu Pranata Humas dan apa fungsinya.
“dari data yang dihimpun, di Indonesia terdapat 1578 Pranata Humas dan kita harus terus berhimpun dan saling bertukar informasi antar humas pusat dan daerah. Untuk lebih dikenal dan mudah dicari oleh masyarakat, misalnya kita sepakati menggunakan hastag yang sama sehingga di media sosial kita bisa dengan mudah dicari”, ujar Endah.
Dalam acara tersebut, Endah juga memberikan materi mengenai Audit Komunikasi. Acara tersebut dihadiri oleh Pejabat Pembina Pranata Humas Kabupaten/Kota dan di lingkungan Provinsi Jawa Timur, pengurus dan anggota Iprahumas Cabang Jawa Timur, serta Pranata Humas dan Calon Pranata Humas se- Jawa Timur. (SD)

