Probolinggo – Setiap tahun ditemukan pedagang hewan Kurban musiman kala menjelang Hari Raya Idul Adha. Tahun ini jumlah pedagang kambing dadakan tersebut bertambah menjadi 44 titik lokasi dibandingkan tahun sebelumnya yang berkisar 35 titik pantau. Pemerintah kota melalui Dinas Pertanian melakukan inspeksi mendadak (sidak), Jum’at pagi (9/9/2016) di sejumlah titik.
Dipimpin Wakil Walikota Suhadak, tim sidak meliputi Kepala Disperta Sukarning Yuliastuti, Komisi Fatwa MUI KH Abdul Wahid, anggota kepolisian, serta instansi terkait. Lokasi yang dituju diantaranya, Jalan Hayam Wuruk, Jalan TGP gladak serang, serta Baitul Maal Hidayatullah di Kecamatan Kedopok.
Wakil Walikota berdialog dengan pedagang hewan kurban tersebut. Ia meminta para pedagang menjual hewan yang sehat dan sesuai syar’i, sembari memeriksa domba yang dijual. Mulai dari kondisi fisik hewan itu, seperti mata, sudah poel, dan tidak cacat. Begitu pula dengan harga yang dipatok para penjual yang bervariasi, mulai dari Rp. 1,5 Juta hingga Rp. 4 juta.
“Secara umum kondisi hewan kurban yang dijual sehat, dan memenuhi syarat kelayakan untuk dijadikan hewan kurban. Apalagi disperta juga memberikan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) kepada pedagang. Tenaga kesehatan juga rutin melakukan pengecekan, sehingga tidak ditemukan penyakit hewan yang membahayakan,” ujar Suhadak di akhir sidak.
Sementara itu, komisi fatwa MUI Kh Abdul Wahid menyampaikan jika pihaknya juga memantau hewan kurban yang dijual. Secara umum sudah sesuai syar’i, dan dihimbau agar dalam penyembelihan disiapkan tempat yang bersih dan higienis. Jika tidak memungkinkan, ada baiknya disembelih di Rumah Pemotongan Hewan (RPH).
Hewan kurban yang dijual di beberapa titik itu berjumlah 1.051, dengan rincian 977 ekor domba, 42 ekor kambing, serta sapi sebanyak 32 ekor. Dokter hewan yang rutin melakukan pemeriksaan kepada sejumlah pedagang, ada 4 orang yaitu, drh Ratna, drh Andre, drh Bastian dan drh Mita. Hasilnya, ada hewan yang matanya merah, maupun ternak yang stress karena perpindahan dari kandang menuju tempat penjualan terbuka.
Namun tidak ada masalah untuk dijual, karena sudah diberikan obat bagi hewan yang mengalami kondisi tersebut. “Kita akan pantau terus hewan kurban yang dijual hingga pelaksanaan penyembelihan. Sudah dibentuk tim untuk menjamin hewan kurban yang didistribusikan layak dikonsumsi,” kata Retno Wandansari, Kabid Peternakan Disperta. (yul)
