Sejumlah anggota Ikatan Pranata Humas (Iprahumas) Jawa Timur, mengikuti Bimbingan Teknis Pranata Humas di Badan Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi Pasuruan, Rabu (24/5) lalu. Acara yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur dan Iprahumas Jawa Timur ini mengangkat tema “Meningkatkan Peran Pranata Humas melalui Karya Tulis Ilmiah”.
Pada Bimtek ini, dihadirkan dua orang narasumber yaitu, Sugeng Budiarta, peneliti pada Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi dan Sanusi, Anggota Bidang Komunikasi Iprahumas Indonesia.
Pada kesempatan tersebut, Sugeng memaparkan materi tentang Teknik Penulisan Karya Tulis Ilmiah. “penelitian merupakan dasar dari penulisan karya tulis ilmiah”, ujarnya. Sugeng menambahkan bahwa proses penelitian itu berasal dari ide, kemudian dilanjutkan dengan propose, dilanjutkan lagi dengan action dan terakhir present.
“ide tidak akan muncul tanpa pengetahuan, oleh karena itu, perbanyak membaca dan juga berdiskusi. Harus berpikir kreatif dan kritis, berpikir “out of the box” dan tuangkan semua itu kedalam rencana penelitian yang sistematis (proposal)”, lanjutnya.\
Sugeng menambahkan, karya tulis ilmiah memiliki sifat, yaitu logis, objektif, sistematis, andal, desain dan akumulatif. “logis disini maksudnya adalah berdasarkan logika kebenaran ilmu pengetahuan, bukan berdasarkan asumsi atau prasangka. Sedangkan objektif yaitu menggunakan bukti data dan informasi faktual. Seluruh proses penulisan karya tulis ilmiah ini tersusun sistematis, artinya proses dari awal (penggalian ide) hingga akhir (penulisan naskah) dilakukan secara runtut dan jelas. Andal disini maksudnya adalah data dan informasi harus bisa diuji kebenarannya. Sedangkan desain disini maksudnya adalah terencana dengan baik, akumulatif maksudnya adalah menggunakan pengetahuan yang telah ada untuk menambah pengetahuan baru”, terangnya.
Menurut Sugeng, karya tulis ilmiah dapat berupa buku ilmiah, bunga rampai (book chapter), jurnal ilmiah dan prosiding seminar.
Sementara itu, Sanusi yang dalam kesempatan tersebut memberikan materi tentang “Pranata Humas Menulis, Mencari Inspirasi Disela Aktifitas Kehumasan”, menjelaskan bahwa karya tulis merupakan salah satu bentuk komunikasi secara tertulis.
“beda dari karya tulis/karya ilmiah dengan karya tulis ilmiah Pranata Humas adalah bahwa yang menulis karya tulis ilmiah adalah Pranata Humas bukan seorang peneliti. Kegiatan Pranata Humas sehari-hari adalah melakukan kegiatan pelayanan informasi dan kehumasan, bukan melakukan penelitian, tapi hasil dari kegiatan Pranata Humas tersebut dapat dijadikan sebuah kajian/penelitian”, ujarnya.
Menurut Sanusi, dalam penilaian Dupak Pranata Humas, karya tulis ilmiah mendapatkan poin yang tinggi, hal ini karena karya tulis mencerminkan kemampuan seseorang dalam menguasai pekerjaan yang diembannya. “jadi tulislah apa yang anda kerjakan”, ujarnya.
Setelah pemaparan materi dari kedua narasumber tersebut, Anggota Iprahumas Cabang Jawa Timur, melakukan observasi di lingkungan sekitar Kebun Raya Purwodadi untuk nantinya dituangkan dalam bentuk tulisan. Peserta dibagi kedalam 4 (empat) kelompok, dimana masing-masing kelompok dipimpin oleh seorang ketua kelompok. (SD)

