Secara serentak program nasionalimunisasi campak dan rubella digelar selama Agustus hingga September.Imunisasi yang kerap disingkat MR (Measless Rubella) ini dimulai pada Selasa, 1 Agustus lalu dengan mengimunisasi 240 siswa SDN Sukabumi 10.
Selanjutnya, sepanjang bulan Agustus 2017,imunisasi dilakukan diseluruh Kota Probolinggo dengan sasaran 59.553 anak. Diutamakan bagi anak usia 9 bulan sampai 15 tahun. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Probolinggo, Ninik Ira Wibawati menyebut, Dinkes menargetkan imunisasi MR mencapai 95 persen dari sasaran. Jika tidak mencapai target, Dinkes akan sweeping kewarga se-Kota Probolinggo.
“Target imunisasi vaksin MR ini yaitu 95 persen dari sasaran yang ada. Jika ternyata tidak mencapai target, kami akan melakukan sweeping kewarga kota,” ujarnya.
Ia menjelaskan, jika penyakit campak dan rubella merupakan penyakit yang menular melalui saluran napas yang disebabkan oleh virus campak dan rubella. Kedua penyakit ini tidak ada obatnya. Namun, bisa dicegah dengan imunisasi vaksin MR. Satu vaksin MR ini untuk mencegah dua penyakit sekaligus.
Menurutnya, hingga kini di Probolinggo belum ditemukan penyakit rubella, namun penyakit campak sudah menjangkiti beberapa balita. Karena itu, dia berharap semua sasaran diimunisasi MR untuk menekan angka kesakitan. Kedua penyakit ini sifatnya menular dan bisa menyerang umur berapapun. Karena itu, pemberian vaksin harus dimulai sejak usia dini.
“Kondisi anak yang diimunisasi harus sehat, karena itu yang sakit tidak diimunisasi. Selain itu, untuk mencegah campak dan rubella, daya tahan tubuh harus kuat agar virus tidak dapat menular. Kalau daya tahan tubuh lemah, mudah terserang virus,” imbuhnya.
Karena itu, ketika terdata seorang anak di SDN Sukabumi 10 menderita penyakit lupus, dia diperbolehkan tidak ikut imunisasi. Namun, dinkes meminta berita acara yang ditandatangani orang tua dengan bukti surat keterangan dari dokter yang menanganinya.
Ninik menambahkan, anak usia sekolah yang berada di 314 sekolah sasaran, dengan jumlah anak mencapai 36.814 anak (61,8 persen) akan diimunisasi bulan Agustus. Sisanya sejumlah 22.739 balita (38,2 persen) akan diimunisasi melalui 218 posyandu se-Kota Probolinggo. “Untuk yang balita, dilaksanakan bulan September dan difokuskan pada balita di Posyandu dan Puskesmas,” pungkasnya.
Sementara itu Wali Kota Hj Rukmini yang menghadiri pencanangan imunisasi tersebut ikut memotivasi anak–anak agar tidak takut diimunisasi. Setelah mendapat suguhan tari ‘wong-wongansawah’, ia mengajak mereka agar berani imunisasi. “Mudah-mudahan imunisasi guna mencegah campak dan rubella ini bisa dilakukan pada seluruh anak di kota. Jadi, jangan sampai ada yang lolos tidak imunisasi. Gratis sehingga wajib semua mengikuti,” pinta pemimpin perempuan pertama di Kota Probolinggo ini.
Selanjutnya walikota juga menuju kelas yang siswanya siap diimunisasi. Ada yang berani, ada pula yang takut dan menangis sesaat, hingga harus dibantu oleh petugas agar tidak berontak saat disuntik.Usai diimunisasi, walikota membantu memberikan tanda berupa tinta dijari kelingking sang anak.
Siti Djuwairiyah, kepala SDN Sukabumi 10 mengucapkan terimakasih karena sekolahnya jadi tempat pertama imunisasi cegah campak dan rubella. “Kami warga Indonesia, khususnya SDN Sukabumi 10 menghendaki anak-anak Indonesia tumbuh menjadi anak-anak yang sehat dan cerdas. Sehingga, mereka akan jadi generasi yang kuat,” jelasnya.(yul*)

