INFLASI KOTA BULAN SEPTEMBER 2017 0,11 PERSEN

inflasi

Probolinggo – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Probolinggo mencatat pada September 2017, kota dengan ikon Seribu Tamannya itu mengalami inflasi sebesar 0,11 persen. Sehingga tingkat inflasi tahun kalender (Januari–September) 2017 sebesar 3,06 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (September 2017 terhadap September 2016) sebesar 3,84 persen.

Hal itu disampaikan oleh Seretaris Daerah Kota Probolinggo Bambang Agus Suwignyo melalui Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Rey Suwigtyo, yang didampingi Kepala Seksie Statistik dan Distribusi BPS Moch. Machsus saat ditemui pada Dialog Interaktif Suara Inflasi di Radio Suara Kota Probolinggo FM, Selasa pagi (10/10) tadi.

Inflasi itu terjadi karena adanya pengaruh dari tujuh indeks kelompok pengeluaran. Dimana enam kelompok mengalami inflasi dan satu kelompok mengalami deflasi. Hal ini bisa dilihat dari adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks harga pada kelompok bahan makanan sebesar 0,19 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,0001 persen, kelompok pendidikan sebesar 0,43 persen, kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,02 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi adalah kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,05 persen.

Dari 8 kota Indeks Harga Konsumen (IHK) Nasional di Jawa Timur, tujuh kota mengalami inflasi dan satu kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Kediri sebesar 0,31 diikuti Kota Surabaya 0,26 persen, Kota Madiun sebesar 0,12 persen. Lalu Kota Probolinggo di posisi ke empat sebesar 0,11 persen, Jember sebesar 0,6 persen, Kota Malang sebesar 0,05 persen dan inflasi terkecil terjadidi Sumenep sebesar 0,03 persen. Sedangkan satu-satunya kota yang mengalami deflasi adalah Banyuwangi sebesar 0,02 persen. (nea)