16 ORANG DIANGKAT PNS KOTA

WhatsApp Image 2018-08-16 at 18.09.56

Ruang Sabha Bina Praja menjadi saksi pengangkatan sumpah dan janji bagi 16 PNS, Kamis(16/8) siang tadi. Mereka yang diangkat PNS diantaranya, 2 orang penyuluh pertanian dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. 11 orang bidan dari Dinas Kesehatan, 2 orang staf bagian umum setda kota dan 1 orang staf BKPSDM.

Wali Kota Probolinggo Rukmini yang memimpin langsung prosesi sumpah dan janji PNS mengingatkan, pentingnya tanggung jawab dan konsekuensi terhadap tugas yang diembannya. “Harus memahami, menghayati makna dari sumpah atau janji tersebut, bukan sekedar pelengkap administrasi. Sebagai aparatur negara dituntut memiliki integritas, profesional, netral dan bebas dari intervensi politik,” tegasnya.

Wali kota juga meminta PNS bisa memberikan pelayanan publik yang baik bagi masyarakat. Termasuk menjalankan peran sebagai unsur perekat persatuan dan kesatuan bangsa, berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Apalagi di era saat ini PNS dituntut meningkatkan kualitas kinerja sesuai tupoksi, dengan menyusun sasaran kerja pegawai (SKP).

“Hal utama yang selalu saya instruksikan kepada semua pegawai, agar meningkatkan disiplin dalam melaksanakan tugasnya. Apabila tidak disiplin ada sanksi yang diberikan, mulai dari ringan, sedang dan berat. Bahkan sanksi hingga pemberhentian baik secara hormat maupun tidak hormat. Untuk itu harus berpegang teguh pada aturan disiplin PNS,” pesan Wali Kota.

Selanjutnya pemimpin nomor satu ini menyerahkan secara simbolis SK PNS yang sudah ditandatangani. Hadir pula, Sekda Kota Bambang Agus Suwignyo, Kepala BKPSDM Rachmadeta, Asisten Administrasi Umum Budi Wirawan.

Kasubbid Mutasi Fungsional pada BKPSDM, Mochamad Sholehudin mengatakan, bidan dan penyuluh pertanian tersebut awalnya merupakan pegawai tidak tetap (PTT) yang diangkat oleh pemerintah pusat yang bertugas di Kota Probolinggo.

“Seleksi untuk pengangkatan PNS dilakukan oleh pemerintah pusat. Sama seperti pencalonan PNS, para pegawai tersebut juga melalui seleksi administrasi dan tes CAT (Computer Assisted Test). Awalnya, terdapat 12 bidan PTT yang mendaftar, tetapi hanya 11 orang yang lulus. Sedangkan 3 orang lainnya merupakan lulusan STPDN,” jelasnya.

Salah satu bidan yang bertugas di Puskesmas Kanigaran, Nur Arbaatin Ningsih merasa bahagia menerima SK PNS itu. Ia tercatat sebagai PTT pusat sejak tahun 2011 dan aktif di puskesmas hingga saat ini. (yuli)