Probolinggo, 27/3/2019 – “Kita sebagai kaum perempuan harus menjadi tauladan, berkreasi, inovatif dan religius. Saya percaya ibu-ibu yang ada di Kecamatan Mayangan ini bisa lebih aktif serta memiliki kepedulian yang tinggi untuk mengembangkan dan memajukan lingkungannya,” ujar ketua TP PKK Kota Probolinggo, Aminah Hadi Zainal Abidin kala mengunjungi TP PKK Kecamatan Mayangan, Rabu(27/3) pagi.
Saat berdialog dengan kader PKK, istri Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin itu sempat memberikan reward khusus bagi yang terbiasa mengaji 1 juz usai sholat fardhu.

Ia didampingi wakil 1, Diah Kristanti Subri, wakil ketua 2, Tri Wahyuni Bambang serta perwakilan masing-masing pokja. Titik pertama mereka singgah ke Jati, Kampung Seni. Disambut dengan atraksi Wirojalu, musik patrol yang dikolaborasikan dengan alat tradisonal lainnya.
Berbagai kreasi seni buatan kader PKK di Jalan Sunan Kalijaga RW 08 Kelurahan Jati ditampilkan. Diantaranya, ada lukisan bakar yang diserahkan kepada Aminah Hadi. Lukisan tersebut sangat indah dan mirip wajah asli, sehingga diapresiasi olehnya.
Berikutnya, melukis di tembok yang sudah bergambar motif batik. Ada cat dan kanvas yang disiapkan para kader. Diawali oleh Aminah Hadi, baru dilanjutkan oleh para seniman setempat.
“Saya sangat terkesan dengan ibu-ibu kader disini. Kreasi seni dan budaya disajikan dengan baik, juga pandai memanfaatkan bahan daur ulang. Seperti lukisan yang terbuat dari limbah kayu ini,” ujarnya.
Road show kedua, menuju area Kampung Inggris Wisata Benteng yang dikelilingi taman bunga. Bahkan perempuan berdarah arab ini, ikut menanam bunga canna lily atau bunga tasbih di area tersebut.
Dalam kesempatan itu, Aminah Hadi juga membuka secara resmi pelatihan bagi kader PKK dalam membuat alat permainan edukasi (APE) dari bahan daur ulang. Disusul audiensi dengan kader PKK setempat.
“Ini tamannya asri, nanti kita sampaikan kepada Bapak Wali Kota agar dipenuhi dengan fasilitas permainan anak. Seperti ayunan, jungkat jungkit atau permainan lainnya. Dengan begitu bisa mendukung taman ramah anak,” imbuhnya.
Pamungkas, ibu dengan 3 anak tersebut berkenan naik ke lantai atas melihat secara langsung kondisi kampung benteng sebagai bangunan bersejarah. (Yul)
