Probolinggo, 13/8/2019 – Upaya Pemerintah Kota Probolinggo untuk mendorong para pelaku Usaha Mikro dan Menengah (UKM) terus dilakukan, agar dapat berinovasi dalam mengembangkan produk unggulan daerah di Kota Probolinggo.
Salah satunya melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Kota Probolinggo yang pagi tadi (13/8) menggelar acara Pembinaan Pengembangan Keswadayaan LKM Melalui Program Pengembangan Sistem Pendukung Usaha Bagi Para Pelaku Usaha Mikro, dan Menengah (UKM) dan Lembaga Keswadaan Masyarakat (BKM) se Kota Probolinggo di Orin Hall dan Resto.
Kepala DKUPP, Gatot Wahyudi dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini diselenggarakan dengan maksud untuk memperluas lapangan pekerjaaan, memberikan pelayanan ekonomi secara luas kepada masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui Lembaga Keswadaan Masyarakat (LKM) sebagai penggerak usaha di tiap kelurahan yang ada di Kota Probolinggo dalam menumbuhkembangkan kelembagaan maupun tingkat produktivitas, serta agar dapat terus berinovasi dalam mengunggulkan produk-produk daerah.
Lebih lanjut Gatot menjelaskan, tujuan mengaktifkan peran LKM di tiap kelurahan yaitu untuk mendukung dan meningkatkan pengetahuan serta pemahaman SDM para UKM, untuk terus meningkatkan sikap wirausaha dan produktivitas pelaku usaha mikro dengan menciptakan produk-produk unggulan di masing-masing wilayahnya.
Gatot berharap melalui giat ini para pelaku UKM dapat mengembangkan mindsetnya untuk berfikir visionaris melihat tajam jauh kedepan dan inovatif dengan meningkatkan efisiensi, efektivitas dan produktifitas dalam setiap aspek pengembangan usahanya.
“Ya, melalui kegiatan ini kami kumpulkan pengurus LKM dari masing-masing kelurahan karena kelurahan di tahun depan itu insya Allah akan mendapat dana yang tidak sedikit. Jadi bisa dipikirkan dari sekarang agar bisa menentukan langkah yang selaras bersama DKUPP dalam memberikan pelayanan ekonomi secara meluas kepada masyarakat melalui pemberdayaan SDM para pelaku UKM ini.
Harapan kami, kita lakukan pembinaan dengan menggandeng para pengurus LKM agar dapat bersinergi membawa para pelaku UKM ini jadi lebih baik, lebih eksis bisa lebih mandiri dan handal,” jelasnya.
Sebanyak 69 orang peserta pembinaan pada kegiatan ini akan menerima materi Peran LKM untuk Pengembangan dan Pendanaan Bantuan Langsung yang disampaikan oleh Evi Maskana selaku kordinator kota dari program Kotaku dan juga materi tentang Kewirausahaan dengan Hati, yang disampaikan oleh Judi Suharsosno, yang merupakan Dosen Universitas Panca Marga Probolinggo.
Di hadapan peserta yang hadir, Gatot juga menyampaikan bahwa DKUPP akan membuka laboratorium sebagai fasilitas pelayanan yang diberikan guna menerima konsultasi ataupun keluhan dari para pelaku usaha mikro.
“Laboratorium itu kita prioritaskan nanti bagi para pelaku UKM ataupun UMKM yang kembang kempis. Ini menjadi prioritas kami bagaimana biar pelaku UKM ini tidak kembang kempis, biar tetep eksis harapannya seperti itu. kami punya 4 tenaga fungsional yang sudah dilatih sekian bulan jadi sudah pahamlah kaitannya dengan produk, bagaimana pelatihan teknisnya dan bagaimana yang harus dilakukan para pelaku UMKM manakala ada kendala-kendala yang sifatnya teknis mereka alami itu, bisa dikonsultasikan di laboratorium di kantor DKUPP, kita akan resmikan itu,“ tuturnya. (DEV)
