KUNJUNGI TWSL, SEKJEN PKBSI LAKUKAN OBSERVASI LAPANGAN

Probolinggo, 30/8/2019 – Taman Wisata Studi Lingkungan (TWSL) kedatangan tim Perhimpunan Kebun Binatang Se- Indonesia (PKBSI). 8 tim tersebut terdiri dari Ketua Umum PKBSI, Sekjen PKBSI sekaligus Dirut Taman Safari Indonesia dan beberapa investor.

Kedatangan PKBSI disambut hangat oleh Wakil Wali Kota Probolinggo Mochammad Soufis Subri didampingi Sekda Kota dan beberapa Kepala OPD di lingkungan Pemkot Probolinggo.

IMG 20190831 WA0000Kunjungan kerja PKBSI adalah untuk membantu mengevalusi perbaikan TWSL, seperti yang disampaikan Ketua Umum PKBSI Dr. Rahmat Shah saat ditemui wartawan. “Kedatangan kami ke TWSL sebagai lembaga konservasi di Kota Probolinggo yaitu membantu Pemkot dalam mengelola TWSL dengan melakukan observasi dan evaluasi di lapangan untuk memberikan saran serta solusi yang membangun TWSL lebih baik lagi,” ujarnya.

Menurut Rahmat, kegiatan ini dilakukan sebagai salah satu syarat menjadi anggota PKBSI sehingga perlu dilihat kelayakannya karena menyangkut pelestarian satwa langka yang dilindungi dan merupakan milik Pemerintah.

Rahmat juga menyampaikan dari hasil kunjungannya, bahwa TWSL sudah baik dalam pengelolaan tempat tinggal satwa, kebersihan lokasi, perawatan satwa hingga sarana bermain edukasi. Ada beberapa hal yang perlu ada penambahan dan perbaikan, PKBSI dan investor akan membantu hal-hal tersebut seperti penambahan ragam satwa yang ada.

Rahmat juga berharap untuk TWSL lebih baik lagi sebagai tempat hiburan yang layak, mendidik dan terjangkau bagi semua kalangan adalah dengan memperluas lokasi.

Seperti yang disampaikan Rahmat, Kepala DLH Budi krisyanto juga menyampaikan bahwa sangat berarti kunjungan dari PKBSI ke TWSL. “Kita bangga karena elit jajaran PKBSI secara langsung datang untuk membantu dan memberikan masukan bagi TWSL khususnya bagi para pengurus TWSL sehingga mendapat wawasan dan pengetahuan juga termotivasi bagaimana menjaga kesejahteraan satwa,” ujarnya.

Menurut Budi Kris, dari evaluasi yang dilakukan KPBSI, semua saran dan masukan diperhatikan dan akan segera ditindak lanjuti. “Seperti penambahan satwa yang akan dibantu oleh PKBSI dan investor, kondisi kandang untuk singa yang lebih layak, perbaikan lebeling permukaan, tata cara warna cat kandang satwa, penambahan rumput untuk kerindangan serta pemisahan area bermain anak dengan lokasi satwa. Perluasan area juga sudah dilakukan saat ini mencapai 4 hektar dan master plan akan kita perluas menjadi 27 hektar,” imbuhnya.

Budi berharap masyarakat bisa memanfaatkan TWSL sebagai sarana edukasi, hiburan dan rekreasi yang terjangkau semua kalangan. (Vi2)