KANIGARAN – Bappeda Litbang menggelar seminar kondisi ekonomi Kota Probolinggo di masa pandemi COVID 19 bagi pelaku usaha, perbankan dan OPD terkait di Puri Manggala Bhakti, Selasa (1/12). Seminar ini dimaksudkan untuk bersinergi bersama mengatasi pandemi COVID 19 dan membangun kembali perekonomian di masa pandemi, karena dengan adanya kerja sama semua pihak tentu mempercepat pemulihan kembali ekonomi di Kota Probolinggo.
Dibuka Wali Kota Habib Hadi Zainal Abidin didampingi Sekda drg. Ninik Ira Wibawati, Asisten Perekonomian & Pembangunan Setyorini Sayekti, Kepala BPS Kota Probolinggo Heri Sulistio dan dihadiri 60 orang peserta.
Dalam laporannya, Kepala Bappeda Litbang Rey Suwigtyo mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui tentang kondisi perekonomian Kota Probolinggo tahun 2020 di masa pandemi COVID 19, agar pemerintah dapat memperoleh data yang realistis bagaimana pertumbuhan ekonomi di masa pandemi COVID 19. Selain itu, sebagai bahan evaluasi dan arahan informasi mengenai kondisi perekonomian Kota Probolinggo untuk pengambilan kebijakan pembangunan perekonomian di daerah di masa pandemi COVID 19 maupun pasca pandemi.

Wali Kota Habib Hadi mengungkapkan dampak dari pandemi sangat berpengaruh dalam segala aspek, seperti pendidikan, perdagangan, industri, pariwisata, perhubungan/transportasi juga kesehatan. “Pemerintah telah berupaya penuh dalam melakukan kegiatan penanganan pandemi COVID 19 dan mengajak masyarakat untuk mengikuti protokol kesehatan agar bisa menjalani tatanan normal baru dengan harapan nantinya masyarakat bisa produktif dan aman COVID 19,” jelasnya.
Ia menilai dalam penyelenggaraan seminar ini sebagai salah satu bentuk upaya Pemerintah Kota Probolinggo untuk mengetahui kondisi perekonomian Kota Probolinggo di masa pandemi COVID 19. “Dengan demikian seminar ini dapat dijadikan sebagai acuan dan langkah-langkah apa yang dapat dilakukan Pemerintah Kota Probolinggo untuk pemulihan, termasuk peluang dan tantangannya di tahun 2021,” terangnya.
Ia pun meminta para stakeholder terkait diantaranya pemerintah, pihak swasta dan masyarakat dapat mengambil peran masing-masing untuk mewujudkan pembangunan ekonomi yang kompetitif, kokoh dan berkeadilan. “Mari bersama kita kembangkan dan optimalkan segenap potensi yang kita miliki. Dengan memperkuat sendi-sendi dan pondasi ekonomi kerakyatan di Kota Probolinggo, serta meningkatkan daya saing sumber daya manusia serta nilai tambah produk yang kita miliki,” imbuhnya.
Dalam seminar ini menghadirkan narasumber dari Bappeda Provinsi Jawa Timur Ari Basuki, BPS Kota Probolinggo Heri Sulistio dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang Azka Subhan Aminurridho. (dewi)
