KANIGARAN – Hiburan Wirojalu merupakan sekelompok pemusik komunitas anak jalanan yang mengusung moto seduluran saklawase itu menyambut kedatangan Tim Penilai BPBD Provinsi Jawa Timur, Kamis (24/9) di Pendopo Kecamatan Kanigaran.

Ya, saat ini Kelurahan Sukoharjo terpilih sebagai kelurahan tangguh bencana (katana) tahun 2020 diantara 17 kelurahan di 16 kabupaten/kota Provinsi Jawa Timur. Dari jumlah tersebut, penilaian lomba kelurahan tangguh bencana dikelompokan dalam tiga kategori, yakni, kategori pratama, madya dan utama. Pengelompokan itu sesuai Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Nomor 1 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Desa/Kelurahan Tangguh Bencana.
Kelurahan Sukoharjo masuk dalam kategori pratama. Tim penilai terdiri dari unsur BPBD Provinsi Jatim, Ikatan Ahli Bencana Indonesia (IABI), Sekber Relawan Penanggulangan Bencana (SRPB), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Dinkes Jatim, dan Tagana Dinsos Jatim. Ada 4 aspek penilaian terdiri dari penganggaran, kesehatan, resiko bencana dan kesiapsiagaan bencana.

“Mudah-mudahan Kelurahan Sukoharjo bisa menerima undangan dari bu gubernur dan datang mengambil hadiahnya pada saat kemenangan itu diumumkan,” ujar Andika Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Provinsi Jawa Timur dalam sambutannya.
Acara penilaian yang digelar pagi itu, dihadiri Asisten Pemerintahan Paeni, Kalaksa BPBD Sugito Prasetyo, Camat Kanigaran Agus Rianto, Babinsa dan Bhabinkatibmas setempat juga masyarakat yang tergabung dalam FPRB (Forum Pengurangan Resiko Bencana) Kelurahan Sukoharjo.
Menurut Kalaksa BPBD Gito-sapaan akrabnya, hari ini (24/9) merupakan hari yang sangat spesial bagi pemerintah kota khususnya BPBD Kota Probolinggo. “Dari segi administrasi, Kelurahan Sukoharjo layak mengikuti Katana. Sinergi dari SKPD terkait Dinkes, Bappeda, Dinsos, Dinas PU. Kolaborasi ini memberikan kekuatan kepada Kelurahan Sukoharjo mewakili tingka provinsi (Jatim),” jelasnya.

Terkait 4 aspek penilaian lomba, Gito menjelaskan, diawali 2 bulan yang lalu, ia membentuk FPRB dengan mengurangi resiko bencana apabila terjadi di Kelurahan Sukoharjo, walaupun bencana sama sekali tidak ada yang menginginkan. Serta memberdayakan masyarakat untuk bisa mandiri, untuk bisa mengambil langkah cepat apabila terjadi bencana.
“Salam tangguh, salam kemanusiaan terima kasih kepada Kelurahan Sukoharjo atas segala partisipasinya, segala kerja kerasnya, membentuk FPRB. Dan terima kasih pada stakeholder terkait. Harapannya dari Kelurahan Sukoharjo bisa menular kelurahan-kelurahan yang lain sehingga masing-masing kelurahan memliki forum kelurahan tangguh bencana,” harap Gito.
Katanya, tidak hanya masyarakat dan pemerintah kota saja yang membangun kelurahan tangguh bencana. “Peran 3 pilar mensuport elemen yang ada di pemerintah kota membantu untuk menyelamatkan masyarakat turut menjadi perhitungan,” tuturnya. (dewi)
