KANIGARAN – Pelatihan Manajemen Homestay Tahun 2020 Kota Probolinggo, dibuka Selasa (8/9) sore kemarin, di salah satu hall di Jalan Suroyo oleh Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin. Pelatihan ini digagas oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) itu merupakan bagian dari program pendampingan desa wisata yang sedang digalakkan oleh Kementerian Pariwisata RI.
Pembangunan sektor pariwisata secara umum adalah pembangunan yang diarahkan pada pengembangan pariwisata sebagai sektor andalan dan unggulan dalam arti luas. Kepala Bidang Destinasi Pariwisata dan Ekraf Dispopar Pramita Legowo, ditemui portal.probolinggokota.go.id menyampaikan maksud dan tujuan dari kegiatan itu tak lain untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola homestay.

Termasuk didalamnya, kualitas SDM pariwisata yang kompetitif dan profesionalisme dalam memberikan pelayanan di bidang pariwisata. Sehingga pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan angka kunjungan wisatawan. “Tujuan lainnya, adalah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat melalui pengembangan pariwisata Kota Probolinggo,” katanya.
Giat itu diikuti oleh sebanyak 40 kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dan masyarakat yang mengelola homestay di Kota Seribu Taman. Kegiatan itu direncanakan berlangsung hingga Kamis (10/9), dengan menggandeng narasumber praktisi wisata desa yang tergabung pada Asosiasi Desa Wisata (Asi Dewi) dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur.
Selama 3 hari pelaksanaan kegiatan, para peserta diberikan total 5 materi utama yakni Regulasi Usaha Pariwisata serta Peningkatan Pelayanan Bidang Industri Pariwisata, Pelayanan Prima, Pengembangan Produk Desa Wisata, Service Exellent, Upaya dan Pengembangan Manajemen Homestay.
Selain itu, menurut Kepala Dispopar Kota Probolinggo Budi Krisyanto, para peserta juga langsung diajak melihat kondisi salah satu homestay yang ada di Kota Probolinggo sebagai wahana studi kasus. Dengan harapan, lanjutnya, peserta mendapat gambaran langsung secara detail, apa saja yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan dari kondisi homestay yang sudah ada, untuk dilakukan evaluasi dan pembenahan.

Sementara itu, Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin dalam sambutannya kemarin berharap materi yang sudah diberikan dapat diterapkan oleh pengelola homestay. Sehingga dapat memberikan manfaat untuk meningkatkan kapasitas pengelola homestay, dalam menata manajemen homestay dan meningkatkan pelayanan kepada wisatawan.
“Kami berharap materi yang sudah diberikan dapat menjadi bahan evaluasi bagi para pengelola homestay untuk lebih baik lagi ke depannya. sehingga kegiatan workshop ini dapat memberikan mamfaat bagi pengembangan wisata desa.” ucapnya.
Seperti diketahui, homestay adalah salah satu alternatif akomodasi dalam dunia pariwisata. Salah satu kelebihan dari homestay adalah adanya interaksi antara wisatawan (tamu) dengan tuan rumah. Oleh karena itu perlu dibangun hospitality yg baik kepada para wisatawan oleh tuan rumah.
“Pemkot Probolinggo mengadakan pelatihan khusus bagi pemilik homestay/penginapan se Kota Probolinggo. Kegiatan ini dilaksanakan bertujuan agar lebih dipahami lagi betapa pentingnya manajemen dan palayanan di sebuah homestay atau penginapan. Apalagi saat ini kita berada di masa kehidupan baru yakni di era pandemi covid-19, “ ungkapnya. (sonea)
