Walikota : Lestarikan Pohon Mangga dan Anggur The Mayor ” Conserves Grapes and Mangos”

panen_anggur_tmn_wisata_studi_pertanian1

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Kota Probolinggo mempunyai ciri khas sebagai Kota Bayuangga (Bayu/Angin, Anggur dan Mangga), tetapi pada kenyataannya semakin hari semakin menurun minat masyarakat untuk melestarikan potensi lokal yang ada yaitu tanaman mangga dan anggur. Untuk itu perlu adanya upaya – upaya atau langkah konkrit agar kelestarian serta populasi tanaman mangga dan anggur masih terjaga dan terpelihara dengan baik. Sebagai salah satu bentuk upaya konkrit, maka pada hari selasa (30/09) Dinas Pertanian Kota Probolinggo menggelar kegiatan Pelatihan Budidaya Tanaman Hortikultura Khususnya Mangga dan Anggur. Sekaligus, Pencanangan gerakan penanaman Mangga dan Anggur.

We all have already found out that Probolinggo City has been known as “Bayuangga (bayu, anggur, dan mangga) City”, an abbreviation representing wind; grapes; and mangos. Yet, in fact, the willingness of society to conserve the local potencies of grapes and mangos are more decreasing. Therefore, the efforts or concrete steps should be done in order to keep the population of grapes and mangos well conserved. As one of the concrete steps, on Tuesday (30/09), the Agency of Agriculture of Probolinggo City held an event of the Plants Horticultural Training on Grapes and Mangos as well as the Promotion on The Movement of Planting Grapes and Mangos.

Kegiatanyang serta dimaksudkan untuk mendukung dan mendorong Sekolah di Kota Probolinggo agar menerapkan pola Sekolah berwawasan lingkungan ini dihadiri oleh Walikota, Wakil Walikota, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Sekretaris Daerah, Para Asisten, Staf Ahli, Staf Khusus, Kepala Badan, Dinas, Kantor, Bagian, Camat Lurah Se-Kota Probolinggo, Perwakilan Perusahaan dan Perbankan, Para Guru Pendamping dan Siswa – Siswi Sekolah Adiwiyata Se-Kota Probolinggo.

The event, held to support and motivate any schools in the city to be based on environmental insight, was attended by the Mayor along with the Vice Mayor, the Forum of Regional Leaders Coordination, Regional Secretary, Assistants, Special Staff, the heads of Agencies, Offices, Departments, Districts, and Representatives of Companies and Banking, Teachers and the students of Adiwiyata School, referring to schools which has an environmental “Adiwiyata”  award.

“Saya mengajak seluruh undangan serta Stakeholder yang ada di Kota Probolinggo wajib untuk menanam Mangga dan Anggur di Halaman Kantor dan Sekolah masing – masing 1 (satu) pohon Mangga dan satu (1) pohon Anggur disesuaikan dengan luasan lahan yang ada. Begitu Pula saya himbau kepada Masyarakat, Instansi Vertikal, Perusahaan dan Perbankan agar juga juga berperan aktif serta berpartisipasi dalam mendukung suksesnya gerakan tanam Mangga dan Angur di lingkungan perusahaan, Kantor maupun di Halaman rumah masing – masing untuk membangkitkan dan menggairahkan kembali kejayaan Mangga dan Anggur di Kota Probolinggo”. Ujar Walikota dalam sambutannya.

“I ask all invitees and stakeholders in the city to have one grape and mango planted each in offices and schools considerably to the existing area. I also ask the citizens, vertical institution, companies and banking to be actively participating in supporting the success of planting grapes and mangos movement in the area of company, offices, house yard in order to increase and put the glory of grapes and mangos back in the city,” said the Mayor in her speech.

Melalui kegiatan Pelatihan Budidaya Mangga dan Anggur ini juga bentuk sosialisasi terhadap anak – anak Sekolah sebagai salah satu upaya untuk menjaga lingkungan hidup dengan membiasakan sejak dini untuk mulai peduli dan merubah perilaku terhadap lingkungan sekitar. Masih belum hilang ingatan bahwasanya Pada tahun 2007 Pemerintah Kota Probolinggo telah merilis “ANGGUR PRABU BESTARI” yang dihadiri oleh Menteri Pertanian. Namun keberadaannya serta populasinya semakin hari semakin berkurang. Walikota berharap apa yang telah dirilis harus tetap dipertahankan. Pada acara ini juga dilakukan petik anggur  bersama di lingkungan Dinas Pertanian dengan Harapan sebagai momentum kebangkitan dan kejayaan kembalinya Kota Probolinggo sebagai Kota Mangga dan Anggur.

The training which was also a form of socialization towards students was held as an effort of environmental purpose by giving early understanding to care much about the environment. This reminds us backward to 2007 when the city government had launched “ANGGUR PRABU BESTARI” (an iconic name of certain grapes in the city) which was attended by the Minister of Agriculture. Yet, the existence and the population of it were decreasing. The Mayor expects that what has been released should be maintained. The event also involves picking grapes in the area of the Agriculture Agency of the city expected to be the momentum of rise and glory of the city icon as the city producer of grapes and mangos.