TPID Kota Probolinggo, Upayakan Tekan Laju Inflasi

TPID 02

Probolinggo, 14/4/2015. Pemerintah Kota Probolinggo sangat concern dalam hal meningkatkan taraf hidup masyarakat Kota Probolinggo, salah satu upayanya adalah dengan menekan laju inflasi. Melalui TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah), Pemerintah Kota Probolinggo berusaha mengendalikan inflasi sebagai tolak ukur dari kondisi perekonomian masyarakat Kota Probolinggo.

“dengan inflasi yang stabil, maka daya beli masyarakat Kota Probolinggo akan cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari”, ucap Walikota Probolinggo, Hj. Rukmini, SH, M.Si dalam sambutannya pada rapat high level meeting TPID Kota Probolinggo, senin (13/4) lalu.

Pada kesempatan tersebut, Rukmini mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada semua Tim TPID yang telah melaksanakan segala upaya serta berbagai kegiatan dalam rangka menstabilkan laju inflasi di Kota Probolinggo. “perlu kita ketahui bersama bahwa pada bulan maret 2015 ini, Kota Probolinggo mengalami inflasi sebesar 0,02% dan nilai ini lebih kecil dari Jawa Timur yang mengalami inflasi sebesar 0,31% dan inflasi nasional sebesar 0,17%”, ungkap Rukmini

Pada tahun 2015 ini, Rukmini berharap adanya suatu kebijakan terkait pengaturan besaran kenaikan tarif angkutan yang mengacu pada besaran kenaikan BBM sehingga meminimalkan kenaikan harga yang sepihak serta mengurangi konflik terkait pengaturan tarif angkutan baik dalam maupun luar kota.

“selain itu, perlu adanya pengawasan yang lebih intensif pada distribusi LPG 3 Kg, mengingat saat ini terdapat pergeseran konsumen yang disebabkan kenaikan harga LPG 12 Kg”, lanjutnya.

Rukmini juga menekankan perlunya peningkatan penyerapan beras pada saat panen raya sehingga dapat menjadi penyangga pada saat pasokan beras berkurang untuk menjaga ketersediaan bahan pangan.

“kinerja sistem informasi harga pangan strategis juga harus ditingkatkan, berupa penyampaian beberapa harga pangan di berbagai media untuk mengendalikan ekspektasi masyarakat. Kerja sama dengan Kabupaten/Kota sekitar maupun dengan swasta juga perlu dilakukan demi menjamin ketersediaan bahan pangan maupun holtikultura”, tegas Rukmini.

Rapat yang dilaksanakan di Sabha Bina Praja Kantor Walikota Probolinggo tersebut dihadiri oleh perwakilan Bank Indonesia Malang, Sekda Kota Probolinggo, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, kepala SKPD serta seluruh anggota Pokja TPID Kota Probolinggo.

*news maker : Surya Darmawati

*reporter         : Yoke Rahardian

*photo             : Dwik Septiani