WASPADA, KORBAN DBD TERUS BERJATUHAN!!

DBDdi tahun 2016 jumlah penderita akibat serangan nyamuk aedes aegypti sudah mencapai 26 kasus (Total Kasus DBD 2016 : 57 kasus)
Terkait dengan hal tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo tak tinggal diam. Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, Pemkot berupaya terus menekan jumlah angka penderita DBD dengan berbagai cara. Mulai dari sosialisasi kepada masyarakat tentang bagaimana mengenali demam berdarah, pengasapan atau fogging sampai menggiatkan jargon satu rumah satu jumantik.
Selain itu Walikota Rukmini melalui Surat Edaran (SE) menghimbau masyarakat lewat gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3 M plus. Pertama yaitu menguras sejumlah tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es. Kedua, menutup rapat-rapat tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air. Ketiga, memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular demam berdarah.
Sementara itu, kata plus maksudnya adalah upaya pencegahan tambahan. Di antaranya, menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk, menggunakan kelambu saat tidur, memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk, dan menanam tanaman pengusir nyamuk.
Pencegahan lainnya adalah dengan mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah. Hal ini agar udara dalam rumah tidak lembab. Kemudian, jangan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat hinggapnya nyamuk. (nea)