Kota Probolinggo berhasil menyisihkan 9 kota lainnya di Jawa Timur, termasuk Surabaya dan Malang, pada ajang PPID Awards 2014. Dalam gelaran yang rutin diadakan setiap tahun oleh Pemprov Jatim tersebut, kota berjuluk Bayuangga ini, berhasil menyabet juara utama untuk kategori Percepatan Pelayanan Publik.
“Keberadaan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) yang semakin merata di setiap wilayah Kota/Kabupaten Jawa Timur menjadi bukti proses demokrasi telah berjalan dengan baik,” ungkap oleh Wakil Gubernur Jawa Timur H. Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, saat memberikan sambutan pada acara puncak penganugerahan PPID Awards 2014, di Graha Pena, Surabaya pada Jumat (12/12) malam lalu.
Masih menurut Gus Ipul, transparansi kinerja pemerintah adalah salah satu kebutuhan pokok dalam negara demokrasi, utamanya dalam memenuhi hak-hak masyarakat untuk memperoleh informasi. Dan, kita patut berbahagia bahwa semakin hari proses demokrasi kita berjalan baik, dan sedang menuju ke arah sana. Komisi Informasi yang lahir pada masa reformasi kini mengawal pelaksaan PPID. Masyarakat dijamin untuk mudah dan cepat memperoleh informasi yang diinginkan
Gus Ipul pun menuturkan proses demokrasi yang sedang dibangun harus didukung semua komponen. Pemerintah sebagai pelaksana dan masyarakat sebagai pemilik informasi. Partisipasi keduanya memiliki peranan penting dalam mengupayakan Keterbukaan Informasi Publik (KIP) yang telah dijamin oleh Undang-undang No 14 tahun 2008. Bahkan, KIP di Jawa Timur telah diakomodasi dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 55 Tahun 2011 dan perubahannya dalam Pergub Nomor 65 Tahun 2011.
Ia kemudian mengilustrasikan wajah pemerintahan ke depan idealnya seperti akuarium, yang dapat dilihat, dikontrol dan terjadi check and balance diantara komponen yang terlibat. “Adanya keterbukaan informasi, masyarakat akan bersama pemerintah untuk turut melihat, berpartisipasi sekaligus mengawasi sehingga pada akhirnya terpenuhi hak-hak masyarakat sebagai warga bangsa,” terang pria yang dikenal dengan senyumnya yang khas ini.
Ketua Komisi Informasi (KI) Jawa Timur, Ketty Tri Setyorini mengatakan PPID Award yang telah menjadi agenda rutinan selama 4 tahun, diadakan sebagai bentuk apresiasi dan motivasi kepada PPID yang telah melaksanakan pelayanan informasi publik dengan baik. “Ini sudah keempat kalinya, semoga semakin termotivasi untuk melaksanakan UU No 14 Tahun 2008. Ini juga sekaligus memotivasi PPID yang belum menerima penghargaan untuk berbenah diri,” katanya saat ditemui usai acara.
Ketty menjelaskan untuk masuk pada nominasi PPID Award maka harus memiliki 9 kriteria yang telah ditentukan. Diantaranya, peraturan kepala daerah mengenai keterbukaan dan pelayanan informasi publik, SOP pelayanan publik, meja informasi di setiap kantor SKPD, Daftar Informasi Publik (DIP), Administrasi PPID utama, PPID pembantu, Surat Keputusan (SK) atasan PPID, SK PPID utama dan SK PPID pembantu.
Lebih lanjut, Ketty memastikan seluruh pelaksanaan dan hasil PPID Award merupakan keputusan netral dan objektif tanpa ada unsur korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Agar lebih meyakinkan KI Jatim juga melibatkan berbagai unsur dalam memberi penilaian diantaranya dari kalangan akademisi, praktisi dan media.
Adapun pemenang PPID Award tahun 2014, diantaranya untuk Kategori Transparansi Anggaran tingkat kota, Kota Blitar keluar sebagai pemenang. Tingkat kabupaten direbut oleh Kabupaten Malang. Tingkat SKPD peraihnya yakni Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Kategori Percepatan Layanan Publik tingkat kota dibawa pulang oleh Kota Probolinggo. Tingkat kabupaten diraih Kabupaten Blitar. Sementara, tingkat SKPD, Bappeda Jatim keluar sebagai pemenang.
Kategori PPID terinovatif, tingkat kota dibawa oleh Kota Malang menyisihkan Kota Probolinggo sebagi runer up. Tingkat kabupaten, Kabupaten Malang menyandang sebagai pemenang. Tingkat SKPD, menempatkan Biro Humas dan Protokol Jatim sebagai peraih penghargaan. Untuk kategori Pemanfaatan Teknologi dan Informasi, Kota Surabaya keluar sebagai pemenang. Berikut juga untuk kategori PPID terfavorit, yang juga diraih oleh Kota Surabaya.
Kategori PPID terbaik tingkat kota, juara 1 diraih oleh Kota Surabaya, disusul Kota Malang sebagai juara 2 Kota Blitar harus puas diperingkat 3 Kota Probolinggo peringkat 4. Pada tingkat Kabupaten juara satu direbut Kabupaten Blitar, juara 2 Kabupaten Malang dan juara ketiga dibawa pulang oleh Kabupaten Banyuangi. Sementara untuk tingkat SKPD, Dinas Kesehatan Provinsi Jatim keluar sebagai juara 1, Dinas Sosial Provinsi Jatim pemenang juara 2 sedangkan Kantor Perwakilan Jatim di Jakarta menempati posisi 3.
Sementara itu, ditemui di kesempatan lain, Sekdakot Johny Haryanto yang malam itu menerima langsung penghargaan tersebut dari wagub, menyatakan kebanggaannya. “Semoga ini (PPID Awards, red.) memjadi pemacu bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja,” ungkap Atasan PPID Kota Probolinggo tersebut bangga. (tby)


