Yogjakarta, 31/3/2016. Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, melalui Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, nampaknya serius untuk merevitaliasai fungsi dan peran Jabatan Fungsional Pranata Humas.
Hal ini seperti yang disampaikan oleh Tulus Subardjono, Direktur Komunikasi Publik Kemkominfo dalam Bimtek Penulisan Karya Tulis Ilmiah Bidang Pelayanan Informasi dan Kehumasan yang diadakan pagi tadi (31/03) di Sekolah Tinggi Multi Media MMTC, Yogyakarta.
Dalam penjelasannya, Tulus mengatakan bahwa saat ini Menkominfo sedang mengusulkan adanya Jupen (Juru Penerang-red) baru. “Menkominfo menggagas adanya Jupen baru. Saya mengusulkan untuk merevitalisasi Jabatan Fungsional Pranata Humas (JFPH) sampai di desa karena rakyat perlu dikawal”, ungkapnya.
Menurut pria yang berpenampilan khas dengan kacamata dan songkok hitam ini, pada tahun 2019 mendatang, ditargetkan jumlah JFPH akan mencapai 12.000 orang yang menyebar di seluruh Indonesia.
Sementara itu, seiring dengan kemajuan tekhnologi, Tulus mengatakan bahwa tugas dari JFPH tidak lain adalah untuk menyebarkan informasi yang tepat dan akurat. “salah satu tugas JFPH adalah membuat tulisan yang singkat dan mudah dibaca oleh orang. Salah satu tulisan tersebut seperti penulisan ilmiah”, ujarnya.
Tulus juga menambahkan, selama ini banyak tulisan untuk pengusulan angka kredit yang bersifat plagiasi. “makanya, saat ini dibuatkan bimbingan teknis”, ujarnya. Tulus juga mengatakan, bimbingan teknis ini tidak lain untuk mendorong para Pranata Humas Keahlian untuk membuat karya tulis ilmiah bidang pelayanan informasi dan kehumasan secara baik dan benar.
Dalam acara yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga pukul 18.00 ini, dihadirkan 3 orang narasumber. Diantaranya Dr. Sugeng Bayu Wahyono, M.Si, Ketua Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta, Iskandar Zulkarnain, Content & Community Asisten Manager Kompasiana serta Rita Nurlita, Pranata Humas Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Depok dan penulis buku “Terjebak di Dunia Maya”. (SD)

