Probolinggo, 24/5/2019 – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Moch. Saleh Kota Probolinggo berkomitmen untuk semakin meningkatkan mutu pelayanan kesehatan untuk masyarakat. Berbagai layanan unggulan diluncurkan dan terus dikembangkan.
Salah satunya yang terbaru, RSUD Dr. Moch. Saleh secara resmi meluncurkan pusat layanan geriatri, di awal Mei lalu. Layanan ini juga menjadi yang pertama ada di Kota Seribu Taman.
Ketua Tim Penanggungjawab Layanan Geriatri, dr. Rizki Habibie, SpPD melalui Jubirnya, Mimin Setianingsih menjelaskan bahwa layanan geriatri tersebut diantaaranya poli klinik rawat jalan geriatri, yang meliputi pemeriksaan penyakit dalam geriatri psikiatri, geriatri sesuai assesmen geriatri, setiap hari Kamis pukul 08.00 – 11.00 WIB. Lalu kunjungan rawat rumah (home care) dan penyuluhan berkala.
“Untuk rawat jalan sudah terbentuk poli terpadu. Pelayanan rawat jalan pasien geriatri diantaranya penyakit dalam, rehabilitasi medis, saraf dan juga nutrisi,” katanya, Jumat (24/5) siang tadi.
Di sisi lain, masalah kesehatan pada mereka yang berusia lanjut, secara kuantitatif dan kualitatif sangat kompleks dan membutuhkan perhatian khusus. Apalagi, selama ini ada salah persepsi mengenai orang lanjut usia (Lansia) dengan pasien geriatri.
Saat ditanya, lantas siapakah yang perlu mendapatkan pelayanan geriatri ini? Wanita berparas ayu itu menyampaikan, sesuai dengan peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 79 Tahun 2014, pelayanan geriatri diberikan kepada pasien lanjut usia 60 tahun keatas, dengan kriteria memiliki lebih dari satu penyakit fisik, atau memiliki satu penyakit dan mengalami gangguan akibat penurunan fungsi organ, psikologi, sosial, ekonomi dan lingkungan yang membutuhkan pelayanan kesehatan.
“Geriatri sendiri adalah orang lanjut usia atau Lansia berumur 60 tahun ke atas, yang biasanya memiliki 1 atau 2 keluhan penyakit fisik atau psikologis,” ujarnya.
Selain itu, pasien dengan usia 70 tahun keatas yang memiliki satu penyakit fisik atau psikis, juga termasuk ke dalamnya. Penanganan terhadap pasien geriatri pun, diterangkannya, sifatnya khusus dan spesifik. Berbeda dengan penanganan terhadap pasien pada umumnya.
Para geriatri ini pun diharapkan dapat melakukan kontrol rutin untuk memeriksa kondisi kesehatannya. Jika seandainya nanti diperlukan penanganan lanjutan, maka bisa cepat dilakukan. ”Perawatan penyakit pada pasien geriatri membutuhkan pendekatan khusus karena biasanya gejala penyakit tidak khas dan fungsi organ yang menurun,” terangnya. (Sonea)
