Berkunjung ke Kota Probolinggo, Pemkab Sleman Studi Pengelolaan Keterbukaan Informasi Publik dan Smart Branding

KANIGARAN – Pemkot Probolinggo menerima kunjungan kerja dari Pemkab Sleman dalam rangka silaturahmi dan diskusi tentang keterbukaan informasi publik dan smart branding di Kota Probolinggo. Rombongan Pemkab Sleman yang dipimpin oleh Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Sleman, Eka Suryo Prihantoro diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Probolinggo, drg. Ninik Ira Wibawati di Comand Center, Kantor Wali Kota Probolinggo, Selasa (28/5) sore.

Sekda Ninik mengatakan, penyelenggaraan keterbukaan informasi di Kota Probolinggo dibangun dengan kolaborasi dan sinergi yang baik dengan semua unsur Forkopimda. Hal ini ditandai dengan tersedianya layanan Meteor, yaitu sistem keamanan terpadu yang memberikan layanan penanggulangan kegawatdaruratan, kebencanaan, keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Meteor merupakan pengembangan dari call center 112, beroperasi selama 24 jam. Sehingga, ketika ada kejadian apapun semua turun dan bisa kita selesaikan dengan baik,” jelas Ninik.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan keterbukaan informasi publik dan smart branding. Pada kesempatan itu, Kabid Pengelolaan Informasi Publik Diskominfo Kota Probolinggo, Mirza menjelaskan bahwa konsekuensi keterbukaan informasi publik adalah mewajibkan badan publik untuk menyampaikan dan menyediakan informasi mengenai proses penyelenggaraan pemerintahan secara terbuka kepada publik.

“Pengelolaan informasi publik salah satunya melalui penguatan PPID pelaksana yang ada di setiap instansi atau badan publik. Di Kota Probolinggo terdapat 82 PPID Pelaksana mulai dari level perangkat daerah hingga level kelurahan, sekolah menengah pertama, dan puskesmas,” terangnya.

Selanjutnya, terkait smart branding, Kabid Pemasaran Pariwisata Dispopar Kota Probolinggo, Yuli menyampaikan bahwa city branding Kota Probolinggo adalah Impressive Probolinggo City yang telah ditetapkan melalui Peraturan Wali Kota Probolinggo Nomor 105 Tahun 2018.

Impressive Probolinggo City ini sebagai identitas kota yang berguna untuk mempromosikan segala aktivitas dari kota terutama yang berkenaan dengan potensi wisata dan budayanya,” terangnya.

Menegaskan apa yang disampaikan Yuli, secara global pengembangan smart branding dijelaskan oleh Hendri, Kabid Layanan e-goverment Diskominfo Kota Probolinggo bahwa terdapat tiga dimensi pengembangan smart branding di Kota Probolinggo. Pertama, membangun ekosistem pariwista. Kedua, pengembangan bisnis dan terakhir penampakan wajah kota. 

“Terkait pengembangan pariwisata, program-program justru paling banyak lahir dari inovasi yang dikembangkan oleh masyarakat. Jadi, tiap kecamatan dan kelurahan diminta untuk membangun inovasi dan membangun pariwisatanya. Misalnya, kita punya Kampung Tematik di tiap kelurahan,” jelas Hendri.

Untuk membangun ekosistem bisnisnya, Hendri menjelaskan Pemerintah Kota Probolinggo mengembangkan platform Umik Hebat yang diinisiasi Dekranasda bekerjasama dengan Bank Jatim.

“Umik Hebat ini memfasilitasi pengembangan usaha sekaligus menjadi wadah promosi bagi UMKM untuk memasarkan produknya. Aplikasi ini juga memberikan kemudahan kepada masyarakat bagaimana membeli produk-produk UMKM yang ada di Gerai Dekranasda Kota Probolinggo,” imbuhnya.

Seusai acara, rombongan Pemkab Sleman kemudian mengunjungi Gedung Meteor yang ada di area Kantor Satpol PP Kota Probolinggo.

Ditemui di sela acara, Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Sleman, Eka Suryo Prihantoro menyampaikan banyak hal yang didapat dari hasil kunjungan ini, termasuk inovasi Kampung Tematik dan Layanan Meteor.

“Tadi disampaikan ada Kampung Tematik, di kami ada Desa Wisata. Walaupun mungkin itu sudah ada tapi belum di declare. Kemudian kita berkunjung ke Gedung Meteor, di sini bisa berkolaborasi. Rencananya di Kabupaten Sleman layanan 112 akan diterapkan mulai tahun 2025,” ungkapnya. (uby/pin)