BUKA PUNCAK PERINGATAN BBGRM DAN HARI KESATUAN GERAK PKK, INI PESAN WALI KOTA

KANIGARAN – Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dinas Sosial (Dinsos), Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK menggelar Puncak Peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke XVII dan Hari Kesatuan Gerak PKK ke 48 Tahun 2020, Senin (30/11), di Orin Hall.

Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin yang datang bersama dengan Ketua TP PKK Aminah Hadi Zainal Abidin, dalam sambutannya menyampaikan kebanggaannya bahwa nilai-nilai kegotongroyongan di kota yang dipimpinnya masih lestari dan terawat dengan baik hingga saat ini. Semangat kegotongroyongan yang harapannya menjadi nilai-nilai keteladanan masyarakat Kota Probolinggo.

“Terima kasih atas semangatnya. Semangat kegotongroyongan yang tetap dirawat melalui aksi nyata kemasyarakatan selama ini. Semangat kegotongroyongan yang menjadi nilai-nilai keteladanan masyarakat Kota Probolinggo,” ujarnya.

Gotong royong itu sendiri, menurut Wali Kota Habib Hadi, merupakan budaya dan tradisi yang melekat dalam diri masyarakat. Dimana gotong royong juga dipandang sebagai bentuk kearifan lokal yang diharapkan bisa bertahan sebagai filter modernisasi dan globalisasi yang memuat sifat individual, apatis, hedonis dan sifat mementingkan kepentingan sendiri, serta kurang respon terhadap masyarakat dan lingkungannya.

Wali kota juga mengingatkan perihal situasi dan kondisi di masa pandemi COVID 19 saat ini. Orang nomor satu di Kota Seribu Taman itu mengingatkan untuk menjadi garda terdepan dalam disiplin menjalankan protokol kesehatan dan menjadi contoh bagi masyarakat dalam menjalankan kebiasaan baru, serta optimis dan yakin bisa melalui masa-masa sulit ini dengan tetap berkinerja, berdisiplin diri mematuhi protokol kesehatan.

Saat ini, sebutnya, masih ada sebagian masyarakat yang menganggap remeh ancaman virus corona. Meski, katanya, sudah banyak yang menjadi korban keganasan virus ini. Disinilah, peran 100 orang undangan dalam memberikan sosialisasi dan edukasi pada masyarakat yang belum mengerti, sangat diperlukan.

“Hal-hal negatif, mari kita imbangi dengan suatu hal yang bernilai positif sehingga generasi penerus tak termakan terhadap isu yang ada di medsos. Sikap-sikap intoleransi, cacian, makian, menjadi makanan sehari-hari. Hal ini harus kita cegah bersama dengan mengedepankan nilai-nilai kegotongroyongan sebagai modal membangun Kota Probolinggo dengan segala tantangannya,” tandasnya.

Ditambah banyaknya pasien terkonfirmasi positif COVIF 19 akhir-akhir ini, ia mengajak masyarakat untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan secara ketat, dengan pelaksanaan 3 M. Yakni, menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir dan menjaga jarak aman demi kenyamanan dan kesehatan bersama.

Sementara itu, Plt Kepala Dinsos, PPPA Kota Probolinggo Rachma Nur Cahyaningtyas ditemui di sela-sela acara mengatakan, kegiatan yang digeber siang tadi bertujuan untuk menjaga dan melestarikan budaya gotong royong sebagai budaya asli Indonesia.

Selain itu, lanjutnya, meningkatkan peran aktif masyarakat dalam pembangunan dan meningkatkan kemitraan antara masyarakat dan pemerintah dalam melaksanakan pembangunan.

“Seperti yang kita ketahui, gotong royong merupakan suatu nilai atau suatu kebiasaan bahkan menjadi ciri khas masyarakat yang diajarkan nenek moyang kita. Gotong royong adalah budaya Indonesia yang secara turun temurun mengakar, terpelihara dan melembaga di masyarakat dan sudah menyatu dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Giat yang diikuti oleh lurah, camat, kepala OPD dan Tim Penggerak PKK itu diisi dengan kesenian Tari Kerja Bhakti/Gotong Royong, yang menggambarkan suasana kegotongroyongan yang masih dijaga hingga kini.

Tak hanya itu, giat siang tadi juga diwarnai dengan pemberian hadiah Lomba Kelurahan Gotong Royong Terbaik Kota Probolinggo yang diberikan kepada Kelurahan Sukabumi, Kelurahan Pakistaji dan Kelurahan Ketapang yang dinobatkan sebagai juara 1, 2 dan 3.

Serta Lomba Taman Baca Masyarakat pada Taman Posyandu TP PKK yang diberikan kepada Taman Baca Kelurahan Tisnonegaran, Jrebeng Kidul, Triwung Kidul, Wiroborang dan Jrebeng Kulon.

Pada kesempatan itu juga diberikan penghargaan atas Lomba KB Kes. Tingkat Provinsi Jawa Timur kepada Kelurahan Kademangan dan penyerahan bantuan berupa paket sembako untuk Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Kota Probolinggo. (Sonea)