PROBOLINGGO. Dewan Pendidikan Kota Probolinggo menggelar kegiatan Penandatanganan Kerja Sama dengan Polres Probolinggo Kota, Kodim 0820 Probolinggo, Dinas Pendidikan, Satuan Polisi Pamong Praja, Bakesbangpolinmas, Dinas Sosial, Dinas Perhubungan, Badan Amil Zakat Nasional Kota Probolinggo dalam rangka “Penanganan Masalah Anak Usia Sekolah Kota Probolinggo.” Acara ini sendiri berlangsung hari ini (23/3) di Aula MAN 2 jalan Soekarno- Hatta.
Dalam laporannya, Ketua Dewan Pendidikan Kota Probolinggo Drs. K.H. Abd. Aziz, RM, MH mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut dilatarbelakangi atas keprihatinan Dewan Pendidikan Kota Probolinggo tentang anak sekolah yang bermasalah di kota Probolinggo.
“Semua ini berawal dari keprihatinan kami saat melihat/ mendengar masalah anak sekolah yang bermasalah/ kenakalan remaja, mulai dari membolos sekolah, ngamen, narkoba hingga seks bebas dan perilaku negatif lainnya,” ujarnya.
Ditambahkan juga oleh Aziz RM bahwasannya tujuan penandatanganan kerja sama ini sebagai penguatan Satker terkait maupun Lintas Sektoral dalam menjalankan Tupoksinya untuk bersama- sama mengatasi masalah anak usia sekolah di kota Probolinggo.
“Untuk itu pihak kami melakukan koordinasi dengan Satker terkait (Lintas Sektoral), dimana mereka tetap menjalankan perannya sesuai tupoksi untuk bersama- sama menangani masalah anak usia sekolah di kota Probolinggo, sementara penandatangan ini sebagai penguatan kerja sama,” imbuhnya.
Walikota Probolinggo Hj. Rukmini, SH, MSi yang turut menyaksikan penadatangan kerja sama sekaligus meresmikan acara tersebut mengungkapkan, bahwa “Usia remaja banyak mengalami perubahan, baik fisik maupun psikis. Jika perkembangan psikis tidak diwaspadai perkembangannya akan berdampak negatif, untuk itu perlu dilakukan pengawasan oleh semua pihak,” ungkapnya.
Banyak faktor penyebab terjadinya penyimpangan perilaku (kenakalan remaja) antara lain, kondisi rumah, sekolah, fisik, tugas, nilai- nilai, kemajuan teknologi, dsb.
“Saat ini masih banyak tekanan yang didapat oleh anak usia sekolah baik dari lingkungan maupun kemajuan teknologi sehingga menyebabkan penyimpangan perilaku/ kenakalan remaja disamping kondisi keluarga yang tidak harmonis, kondisi sekolah yang tidak kondusif juga kondisi lingkungan (masyarakat),” tambahnya.
Dia juga berpesan bahwa masa depan Indonesia berada di pundak generasi muda, untuk itu tugas siswa adalah belajar dan menggapai cita- cita “Saya titip Bangsa Indonesia ada dipundak kalian, siswa tugasnya belajar dan berhasil menggapai cita- cita,” ungkapnya.
Acara ini sendiri dirangkai dengan penyerahan Beasiswa dan Sertifikat Kewirausahaan secara simbolis oleh Walikota Probolinggo kepada siswa terpilih dari sponshorship sebagai bentuk kepedulian Mayora terhadap dunia pendidikan, serta pembinaan yang diberikan oleh Satker Terkait (Lintas Sektoral) kepada para siswa bermasalah dan pihak sekolah. (Crl/ Zain)
