Probolinggo, 31/8/2019 – Kota Probolinggo kembali memecahkan rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) untuk ke empat kalinya.
Setelah mencatatkan rekor MURI Training ESQ, Kerajinan Daur Ulang, Gaun Pengantin Terpanjang, kali ini giliran Festival Ikan Asap Krispi dalam event Semipro (Seminggu di Kota Probolinggo) ke XI tahun 2019, kerjasama SASA sebagai sponshorship dan JTV yang digelar di sepanjang jalan Panglima Sudirman mulai depan kantor Wali Kota Probolinggo hingga depan Kantor Satpol PP Kota Probolinggo.
Mulai pagi hari sudah berjajar rapi alat pengasap ikan lengkap dengan kipas dan juga penggorengan untuk mengolah sebanyak 10.240 ikan salem atau sekitar 1 ton ikan.
Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin dan Wakil Wali Kota Probolinggo Mochammad Soufis Subri tampak mengunjungi satu persatu stand mulai dari stand OPD hingga UMKM, bahkan kedua pemimpin daerah tersebut mencoba sendiri untuk mengasap ikan hingga memasak menu olahan berbahan ikan asap yang dipandu oleh chef Khongs dan chef juga Sarwan dimana hasil masakannya bisa langsung dicicipi pengunjung yang hadir.
Selain Festival Ikan Asap Krispi pada even tersebut juga diisi lomba olahan menu berbahan dasar ikan asap yang diikuti oleh 20 peserta.
Wali Kota Probolinggo sangat mengapresiasi kegiatan tersebut karena dengan diselenggarakannya festival ikan asap ini selain untuk kampanye Gemar Makan Ikan juga bertujuan untuk meningkatkan sektor perekonomian kota Probolinggo dari potensi perikanan.
“Pelaksanaan festival ikan asap ini bertujuan untuk menggugah kesadaran tentang besarnya potensi perikanan di Kota Probolinggo, ditandai dengan hasil tangkapan nelayan Kota Probolinggo yang mencapai 16 ribu ton pada tahun 2018,” ujarnya.
Angka konsumsi ikan di Kota Probolinggo jauh dari target nasional sebesar 45,37 kilogram per kapita per tahun sementara di Kota Probolinggo baru mencapai 35,70 kilogram per kapita per tahun. “Hal ini perlu menjadi perhatian agar hasil tangkapan ikan yang berlimpah di Kota Probolinggo bisa dikelola semaksimal mungkin sehingga dapat menumbuhkan sinergi antara ASN, pelaku usaha untuk selalu berinovasi dan berkreasi menggali secara optimal khususnya potensi perikanan di kota Probolinggo,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Habib Hadi mengatakan dengan makin banyaknya inovasi dan kreasi olahan ikan bisa membuat anak – anak suka makan ikan sehingga tercukupi kebutuhan gizinya. Dia juga berharap dengan adanya Festival Ikan Asap mampu menarik masyarakat luar daerah untuk berkunjung ke Kota Probolinggo sehingga meningkatkan pendapatan pelaku UMKM dan nelayan di Kota Probolinggo.
“Sekalipun baru pertama digelar, saya berharap Festival Ikan Asap ini akan menjadi kegiatan rutin setiap tahunnya dengan kemasan yang lebih kreatif tentunya sehingga bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi warga luar daerah berkunjung ke Kota Probolinggo untuk menikmati Ikan Asap yang enak, bergizi, dan murah,” ujarnya.
Di venue acara juga disediakan panggung hiburan salah satunya diisi tampilan musik patrol Wirojalu dari Jati Kampung Seni.
Perwakilan MURI Ariani Siregar menyampaikan Pemerintah Kota Probolinggo membuat ikan asap yang dilaporkan 5.000 ekor setelah dihitung mencapai 10.240 ikan.
‘Untuk itu Kota Probolinggo berhak mendapatkan rekor MURI dari Festival Ikan Asap Krispi ini,” ujarnya.
MURI adalah Lembaga Pencatatan Rekor yang saat ini sudah menorehkan 9.100 rekor di Indonesia dan Pemerintah Kota Probolinggo sudah mencatat rekor keempat kalinya seperti yang disebutkan diatas.
Wali Kota Probolinggo bersyukur atas diraihnya rekor MURI festival ikan asap untuk memajukan UMKM. “Alhamdulillah bersyukur dengan perolehan rekor MURI bisa memajukan UMKM yang menjadi binaan OPD terkait untuk lebih inovatif dan kreatif lagi dalam mengolah potensi ikan yang besar di Kota Probolinggo,” ujarnya.
Penyerahan MURI diterima Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin, Wakil Wali Kota Probolinggo Mochammad Soufis Subri dan Ketua DPRD sementara, Abdul Mujib. (Crl)
