Gelar Pra Musrenbang, Mantapkan Pembangunan Ekonomi Inklusif

KEDOPOK – Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan (Asekbang) Setda Kota Wawan Soegyantono membuka giat Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (musrenbang) Kecamatan Kedopok dengan Ulama dan Tokoh Masyarakat (tomas) se Kecamatan tahun 2024, dengan tema “Pemantapan Pembangunan Ekonomi Inklusif yang Mendukung Stabilitas Daerah”, di Pendapa Kecamatan Kedopok, Rabu (11/1) malam.

Asekbang Wawan didampingi, Camat Kedopok Imam Cahyadi, Kabid Ekonomi Bappeda Litbang Sena Setyoaji dan Forkopimcam Kedopok, mengatakan bahwa pembangunan di daerah yang demokratis mempersyaratkan adanya pelibatan para ulama dan tokoh masyarakat. Dimana dalam tahapan pembangunan harus ada keterlibatan secara aktif dalam perencanaan pembangunan agar kegiatan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Toga dan tomas dapat berperan untuk penguatan kerukunan agama serta menjadi stimulus bagi peningkatan partisipasi dan dukungan kepercayaan masyarakat dalam pembangunan di daerah. Kehadiran ulama ini dapat berdampak positif karena dapat menjadi mediator dalam penyelesaian konflik yang ada di masyarakat, bisa merukunkan situasi dan kondisi yang ada. Inilah yang juga sering disampaikan Pak Wali Kota, terkait pentingnya kebersamaan,” katanya.

Pemkot Probolinggo telah menyampaikan sejumlah program yang menjadi komitmen pemerintah dalam menciptakan sinergitas antar ulama dan umara. Salah satunya dengan memberikan dukungan program dan kegiatan di bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan keagamaan.

Seperti bantuan genzet bagi pondok pesantren, insentif guru ngaji dan guru Taman Pendidikan Qur’an (TPQ), bantuan listrik bagi tempat peribadatan keagamaan dan masih banyak lagi. “Alhamdulillah berbagai program sudah terlaksana, inilah tahapan-tahapan atau komitmen daripada pelaksanaan kepemimpinan Bapak Wali Kota di masa ini, dalam menciptakan sinergitas, dengan memberikan dukungan program dan kegiatan sesuai dengan harapan masyarakat,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, membacakan sambutan Wali Kota Habib Hadi Zainal Abidin, sedikitnya ada 3 hal penting yang disampaikan. Pertama, ulama dan tomas selalu meningkatkan kepedulian sosial pada warga supaya tercipta rasa saling tolong menolong di lingkungan masyarakat.

Kedua, memanfaatkan perkembangan teknologi komunikasi sekarang ini, dengan harapan ulama dapat meluruskan berita-berita tidak benar (hoaks) agar masyarakat dapat hidup rukun dan tidak terpecah belah satu sama lain. Serta ketiga, memaksimalkan peran ulama sebagai pembimbing dan penasehat dalam aktivitas sosial keagamaan, agar umat selalu ingat akan tuntunan Al-qur’an dan Hadist. “Mudah-mudahan dari kegiatan ini akan menjadi wujud kebersamaan diantara kita semua untuk mewujudkan Kota Probolinggo yang lebih baik. Utamanya di bidang pelayanan publik,” harapnya.

Camat Kedopok Imam Cahyadi menambahkan, pelibatan ulama dan tomas dalam tahapan perencanaan pembangunan agar kegiatannya sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dimana ulama dan tomas diharapkan dapat berperan secara aktif dalam menanggapi atau mendukung penguatan kerukunan beragama. Serta menjadi stimulus bagi peningkatan partisipasi dan dukungan kepercayaan masyarakat dalam pembangunan di daerah.

Menurutnya, usulan-usulan para alim ulama dan tokoh masyarakat sebagian sudah terpenuhi dan dilaksanakan. “Usulan yang ada dan kami terima, itu ada delapan terkait dengan infrastruktur. Nanti akan ada juga tambahan dari masing-masing form, dan malam ini bisa kita terima,” ujarnya. Terkait usulan infrastruktur ini, pihaknya harus melakukan survey lapangan terlebih dahulu. usulan itu benar-benar sudah sesuai dengan aturan. Misalnya, status tanahnya sudah menjadi asset atau belum.

Tak hanya menjaring aspirasi, giat ini juga diisi dengan Hadroh Masfillah ( Majelis Maulid dan Sholawatan ), Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dengan menghadirkan Qori’ Cilik Muhammad Kamil yang beberapa waktu lalu berhasil keluar sebagai Juara 3 ajang MTQ Tingkat Kota 2022 dan Istigasah. (es/fa)