Agenda lain dari rangkaian Seminggu di Kota Probolinggo (Semipro) 2017 yang tak kalah menyedot animo masyarakat lainnya adalah gelaran acara Tabligh Akbar bersama Prof. DR KH Hambali MM,MA, di Alun-alun Kota Probolinggo, Jumat (1/9) malam lalu.
Acara itu dihadiri langsung oleh Walikota Probolinggo Rukmini, yang didampingi sosok Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf. Tampak pula hadir Forum Koordinasi Perangkat Daerah (FKPD), Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para Asisten, Camat dan Lurah di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo, perwakilan PCNU, MUI Kemenag dan belasan kyai sepuh Kota Probolinggo.
Wakil Gubernur Jatim yang akrab disapa Gus Ipul, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kota Probolinggo sebagai kota transit kedepannya menjadi salah satu daerah investasi jasa. “Bisa dilihat dari pelabuhan yang sudah jadi, wisata Gunung Bromonya bahkan sarana tol yang sudah berjalan,” katanya.
Kota dengan ikon seribu tamannya itu dalam penilaiannya merupakan kota yang cukup berhasil dalam melaksanakan pembangunan. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya prestasi yang telah diraih. Iapun menyelipkan pesan kepada masyarakat yang hadir malam itu untuk mendukung program Pemkot. “Karena sehebat apapun programnya, kalau tidak didukung masyarakat apalah artinya. Sia-sia saja pastinya,” paparnya.
Ia menambahkan, dalam hidup ini untuk mencapai sukses dan selamatnya seseorang, modalnya DUIT. “D, doa. U, usaha atau ikhtiar. I, ilmu yang bermanfaat dan T, tawakal selalu pada Allah SWT,” jelasnya.
Sementara itu, Walikota Rukmini sempat memberikan sedikit gambaran kegiatan Semipro yang sudah memasuki tahun ke 9 di tahun ini, sesaat sebelum pengajian dimulai. “Pengajian akbar ini menjadi momen tepat pada pelaksanaan hari kelima diantara rangkaian Semipro 2017 yang juga bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha. Beberapa kegiatan rampung dilaksanakan & masyaraka antusias menyambutnya setiap tahun,” terangnya.
Tabligh akbar yang dipandu Prof. DR KH Hambali MM,MA, ini mampu menyedot ribuan massa. Ulama dari Jakarta ini memberikan tausiyahnya dihadapan ribuan pasang mata yang menyemut sejak pukul 17.00 WIB. Padahal acara baru dimulai 3 jam setelahnya.
Meski berjibaku dengan terpaan angin gending malam itu, acara berlangsung khidmat. Dimana Prof Dr KH Hambali dalam tausiyahnya menerangkan tentang indahnya kebersamaan antar umat beragama. Apalagi menurut Guru Besar Mahad Aly Baiturrahman itu, Probolinggo merupakan kota dengan perputaran ekonomi yang cukup potensial dan diperhitungkan.
“Silaturahmi yang ada dan sudah baik selama ini agar tetap dijaga. Karena di jaman teknologi seperti sekarang ini, setiap kita harus bisa memilah dan memilih mana yang baik dan tidak untuk dilakukan. Jangan sampai mudah terpancing, terprovokasi, sehingga memecah belah tali silaturahim yang sudah terbina,” ucapnya.
Pada pengajian itu juga ada momen pemberian santunan bagi 500 anak yatim piatu yang diserahkan secara simbolis oleh Walikota Rukmini didampingi Wagub Gus Ipul yang dikoordinir oleh program Barnas Kota Probolinggo. (nea)

