Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean, Dinas Koperasi Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian mulai melirik industri kreatif sektor fotografi. Meski terbilang ranah baru, keseriusan DKUPP ini terlihat jelas dalam gelaran Pelatihan Industri Kreatif Pada Sektor Fotografi yang diadakan selama 3 hari sejak 4 – 6 april di doremi caffe & resto.
Tidak hanya itu, Dinas yang dulunya bernama Diskoperindag ini sengaja mengudang 3 pemateri yakni Ketua Pengurus daerah APFI (Asosiasi Profesi Fotografi Indonesia) wilayah jawa timur Rizal imanullah, Pengurus Cabang APFI Kota Probolinggo Hendhy T Purnomo, dan Rachmad didik subagyo yang juga profesional wedding fotografer.
Hal ini disampaikan Kepala DKUPP Drs. Gatot wahyudi. M.Si kepada suara kota. “Memang kegiatan ini terbilang baru. Kita mengambil tema pelatihan industri kreatif pada sektor fotografi merupakan wahana baru bagi kami, agar nantinya pelaku industri fotografi di kota probolinggo ini bisa berkembang dengan baik dan bisa menghasilkan suatu karya yang tidak kalah dengan karya dari kota lain,” jelasnya.
“Dalam kegiatan ini saya tidak main main, saya mendatangkan instruktur dari Asosiasi Profesi Fotografi yang salah satunya dari provinsi jawa timur. Cakupannya akan menyampaikan bagaimana perkembangan fotografi secara nasional. Minimal bisa dipahami oleh para peserta yang ada sekarang sehingga mereka bisa memanfaatkan dan mengembangkan ilmu yang dimiliki sehingga tidak stagnan,”ungkapnya.
“Kalau hanya skopnya kota probolinggo maka perkembangannya hanya seperti itu-itu saja. Tapi kalau mengundang dari daerah lain yang mempunyai profesi keilmuan lebih nanti bisa digetok tularkan kepada teman-teman yang ada di kota probolinggo, sehinga teman-teman ini bisa mengembangkan ilmu yang dimiliki sekarang, bisa lebih baik dan nantinya bisa bermanfaat bagi masyarakat kota probolinggo,”imbuhnya.
Pelatihan yang diikuti oleh 25 peserta yang tersebar dari 5 kecamatan ini diantaranya bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan ikm di bidang fotografi, meningkatkan daya saing pada pada pelaku IKM terutama di sektor fotografi, mendorong timbulnya ide kreatif terutama di kota probolinggo, meningkatkan pendapatan secara ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kota probolinggo dan menyukseskan program nasional dibidang ekonomi kreatif.
Senada dengan itu Rachmad Didik Subagyo mengatakan,”sebetulnya tujuan dasarnya adalah untuk meningkatkan kualitas dan kreatifitas pekerja foto, seni foto di kota probolinggo khususnya di bidang komersial supaya mereka bisa lebih dipercaya lagi oleh para kliennya yang otomatis dapat meningkatkan ekonomi. Pada hari ini kita akan melakukan pelatihan fotografi yang berhubungan dengan masyarakat ekonomi asia yang merupakan salah satu program dari badan ekonomi kreatif untuk meningkatkan UKM khususnya di bidang fotografi di kota probolinggo ini.,”ungkapnya.
Ketua Pengurus daerah wilayah jawa timur Rizal imanullah menjelaskan, “Hari ini yang utama adalah tentang peningkatan SDM terutama di bidang pelaku profesi fotografi di level nasional maupun tingkat internasional dengan adanya uji kompetensi, di sini kita persiapkan untuk mengikuti uji kompetensi sehingga ke depannya setiap pelaku fotografi meskipun mereka tidak memiliki pendidikan khusus di bidang fotografi, mereka yang sudah menjalani profesi fotografi sejak puluhan tahun yang lalu, untuk saat ini mereka akan dihargai melalui uji kompetensi yang kemudian akan terbit sertifikasi untuk mereka sehingga standarisasi kemampuan mereka terukur, itulah tujuan kami,”tegasnya.
Pada kesempatan yang sama Hendy T Purnomo menjelaskan kepada tabloid ini tentang pembagian materi selama 3 hari. “Kegiatan hari pertama adalah penyampaian materi agar peningkatan sdm secara aktif terhadap pasar global. Dimana batasan kemampuan orang akan diuji disana. Kalau kita tidak meningkatkan sdm kita kita akan kesulitan dalam perkembangan ke depannya,” jelasnya.
“Hari kedua nanti lebih banyak ke pembahasan teknik. Peningkatan sdm fotografi bisa melalui beberapa teknik fotografi yang selama ini tidak banyak diketahui selain foto wedding. Dalam kegiatan ini kita akan kembangkan bahwa komersial fotografi itu apa saja seperti food photography, fotoblog dan sebagainya. Untuk Hari ketiga kita coba mempraktikkan teori yang ada lengkap dengan shoot beberapa model, pengeditan sampai cetak hasil akhir,”imbuhnya.
Selain itu pria berkulit sawo matang ini berharap,” semoga fotografi di kota probolinggo ini akan semakin baik dan berkembang, semakin dikenal, mampu bersaing dalam lingkup nasional maupun internasional. Selain itu masyarakat juga dapat semakin menghargai fotografi.
Pada hari pertama juga diserahkan secara simbolik bantuan berupa tas berisi blocknote, dan bulpen kepada peserta pelatihan. (art)
