Probolinggo, 19/1/2015, Hipertensi / darah tinggi merupakan penyakit dengan angka penderita yang cukup tinggi dan angka mortalitasnya-pun (kematian) cukup besar. Hal ini disampaikan oleh dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dr. Ririn Fauziah pada dialog interaktif yang diadakan Radio Suara Kota Probolinggo pada hari Jum’at (16/01) pukul 10.00 kemarin.
Dalam penjelasannya, dr. Ririn mengungkapkan bahwa diagnosa dari penyakit hipertensi ini biasanya disebabkan oleh beberapa hal. “bisa karena data-data anamnesis atau berupa riwayat keluarga, faktor resiko dan juga gejala klinis yang dialami oleh penderita, pemeriksaan jasmani, pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan laboratorium dan juga pemeriksaan penunjang seperti foto dada dan rekam jantung”, ungkap dr. Ririn.
Gejala penyakit hipertensi ini bisa menimbulkan masalah komplikasi dan bisa disertai dengan penyakit lainnya. “ biasanya penyakit ini muncul secara bersamaan dengan penyakit lainnya yang justru dapat memperburuk kerusakan suatu organ. Komplikasi yang terjadi salah satunya penyakit jantung koroner”, lanjut dr. Ririn.
dr. Ririn juga menjelaskan bahwa komplikasi lainnya adalah masalah gagal jantung, tekanan darah tinggi yang kemudian memaksa otot jantung untuk tetap bekerja lebih berat dalam memompa darah. “kondisi ini bisa menyebabkan masalah otot jantung yang kemudian menebal dan meregang sehingga daya pompa otot jantung mengalami penurunan dan bisa menyebabkan kegagalan pada kerja jantung secara umum.
Saat ini, penderita penyakit ini tidak hanya menyerang usia lanjut saja, tetapi pada usia produktif pun tercatat banyak yang mengalaminya. “ya, saat ini penyakit tidak kenal umur, tergantung dari pola hidup, pola makan, kurangnya berolah raga dan juga bisa karena faktor keturunan”, terang dr. Ririn
dr. Ririn melanjutkan, jika sudah ada riwayat hipertensi, sebaiknya harus ekstra waspada dan mejaga pola hidupnya. “harus minum obat secara teratur agar tekanan darahnya dapat terkontrol karena dampaknya cukup besar, bisa mengarah ke otak dan akibatnya bisa terserang stroke, paru-paru, ginjal dan komplikasi lainnya”, ungkap dr. Ririn.
Saat ini, sudah banyak cara dan kemudahan untuk mengontrol tekanan darah secara rutin, termasuk kemudahan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dengan program BPJS yang sedang digalakkan oleh Pemerintah. (SD)

