Probolinggo, 28/8/2018. Keamanan Jajanan Anak Sekolah (KJAS) pada umumnya merupakan jajanan yang ditemukan di lingkungan sekolah dan menjadi konsumsi harian anak sekolah, seperti es sirup aneka warna, cilok, gorengan dan lainnya, yang biasa kita lihat menjadi santapan anak-anak ketika jam istirahat dan pulang sekolah. Namun, keamanan KJAS ini masih rendah dan masih menjadi permasalahan penting.
Tema itulah yang berusaha diangkat tiga (3) orang narasumber dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Probolinggo dalam program Suara Kesehatan, dialog interaktif yang disiarkan Selasa (28/8) pagi di radio kebanggaan masyarakat kota mangga dan anggur, Radio Suara Kota Probolinggo 101.7 FM.
Staf Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Ahmad Fauzan menyampaikan, anak sekolah mempunyai kebiasaan jajan yang tinggi, dimana mereka terbiasa menggunakan uang sakunya untuk membeli jajanan di lingkungan sekolah. Kebiasaan jajan itu, menurut Fauzan, mempunyai sisi positif karena KJAS mampu membantu memenuhi kebutuhan energi anak sekolah, namun disisi lain banyak KJAS yang tidak memenuhi syarat keamanan. “Anak sekolah membutuhkan pangan yang bergizi dan aman untuk mendukung kegiatan belajarnya di sekolah, dan kami menyarankan pentingnya peranan ibu di rumah dalam mempersiapkan sarapan dan atau bekal dari rumah, tanpa mengesampingkan adanya pedagang atau penjaja makanan di sekitar sekolah,” terangnya.
Didampingi Sanitarian dari Puskesmas Wonoasih, Bambang Ariyanto dan Sanitarian Puskesmas Kanigaran Mujiati, Fauzan mengatakan, ada persyaratan keamanan pangan yang harus diutamakan aman untuk dikonsumsi, yaitu dukungan dan tindakan dari banyak pihak meliputi kepala sekolah, guru, peserta didik, pemilik dan pengelola kantin, penjaja atau penjual makanan, orang tua, petugas puskesmas, pengawas atau UPT pendidikan, dan Dinkes itu sendiri.
Seluruh pihak ini harus menjalankan perannya masing-masing dan saling mendukung peran satu dengan yang lain dalam menjamin keamanan pangan di sekolah. “Ini adalah tugas kita bersama. Segerakan mulai dari diri kita, keluarga dan lingkungan. Bila ditemukan hal-hal yang mencurigakan, jangan takut. Laporkan!,” tandasnya. (Sonea)

