MAN I KEDATANGAN TIM PENILAI LSS NASIONAL

Probolinggo, 17/7/2019 – Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin dan Wakil Wali Kota Mochammad Soufis Subri serta Kepala Kemenag Mufi Imron Rosyadi menyambut kedatangan tim penilai Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat Nasional, Rabu(17/7).

Madrasah Aliyah Negeri (MAN) I yang berada di Jalan Jeruk No. 7 Kecamatan Wonoasih ini, dipercaya Provinsi Jatim untuk maju dalam LSS tingkat Nasional.

541fc8ab 6eb3 40d3 b17c 4e80468b5226Begitu menuju sekolah, di sepanjang jalan tim penilai sudah disambut yel yel oleh pelajar disekitarnya. Mereka juga ikut terlibat, saat siswa menunjukkan atraksi senam UKS. Begitu pula rombongan Wali Kota ikut berbaur mengikuti gerakan senam tersebut.

Selanjutnya leader dari siswa sekolah itu menjelaskan tentang Trias UKS. Mereka menyampaikan dalam 3 bahasa yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Bahasa Arab. Usai dilakukan penandatanganan peresmian kantin sehat dan area promosi kesehatan, tim penilai menyimak pemaparan dari sekolah.

“Sekolah ini berada di penghujung perbatasan kota dan kabupaten. Ini desa rasa kota, namun support dari para stakeholder luar biasa, sehingga sekolah berkembang cukup pesat,” ujar Fatim panggilan akrab Kepsek sekolah itu.

Secara umum digambarkan oleh Fatim, jumlah siswa sebanyak 532 orang. Sedangkan jumlah guru dan tenaga lainnya sebanyak 62 orang. Sekolah dengan 2 lantai itu memiliki 18 kelas, otomatis tempat cuci tangan cukup banyak sejumlah 36. Lalu toilet ada 13 kamar mandi perempuan dan 9 kamar mandi putra, sisanya kamar mandi di dalam.

“Program Trias UKS dijalankan sejak sekolah berdiri tahun 1996. Kala itu masih di lorong dan terkesan sempit, berpindah tempatnya hingga layak dan nyaman sejak 2 tahun lalu. Termasuk keberadaan kantin sekolah sehat yang dibimbing oleh dinkes setempat. Trima kasih kepada semua pihak yang hadir ikut mendukung program sekolah selama ini,” imbuhnya.

Kepala Sekolah berharap mendapat poin bagus dan bisa meraih predikat juara Nasional. Pihaknya juga menerima segala masukan dari tim penilai nantinya demi perbaikan kedepan.

Tim penilai yang hadir ada 8 orang diantaranya, Achyar dan Iwan Supriyadi dari Kemendikbud, Syamsul Bahri dan Uswah Hasanah dari Kemenag, Lucky dari Kemenkes serta Ze Eza Perlovie, Salma Tuasikal, Weni.

Ada beberapa indikator yang dinilai yaitu,
sekolah bebas polusi, bebas asap rokok, bebas narkoba, bebas dari kenakalan remaja. Lalu sarana sanitasi yang memadai seperti kamar mandi/toilet, tempat sampah, halaman sekolah, kantin dan tempat ibadah, termasuk ruang belajar yg sehat bersih dan nyaman. (Yul)