Probolinggo, 16/3/2019 – Pemerintah Kota Probolinggo menerima kunjungan kerja Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) bersama para pejabat Kementerian PPN. Kepala Bappenas RI Bambang P.S.Brodjonegoro itu hadir bersama anggota DPR RI Komisi XI, Faisol Riza, serta Kepala Bappeda Provinsi Jawa Timur, Sabtu (16/3) di Puri Manggala Bhakti Kantor Wali Kota Probolinggo.
Kedatangannya diterima Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin, Wakil Wali Kota, HMS. Subri beserta kepala OPD dan FKPD, camat, lurah serta ketua RW se-kota.
Wali Kota memaparkan berbagai rencana strategisnya. Diantaranya, pembangunan rumah sakit baru sebagai rujukan dari berbagai daerah, pengembangan pelabuhan, pengembangan sektor pariwisata, dan penataan kawasan permukiman.
“Kota Probolinggo berharap adanya dukungan dan peran serta, kerja sama dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Pusat dalam merealisasikan rencana straregis tersebut,” imbuhnya.
Sedangkan Faisol Riza, Anggota Komisi XI DPR RI mengapresiasi kehadiran Menteri PPN di kota ini. Mengingat Wali Kota baru saja dilantik dan sedang melakukan perencanaan dalam membangun Kota Probolinggo yang lebih baik.
“Semoga bisa membantu mewujudkan rencananya dalam memimpin kota ini hingga 5 tahun ke depan,” ujarnya. Ia juga berharap, Kota Probolinggo bisa menjadi penyangga kota lain di Jawa Timur selain Kota Surabaya dan Malang nantinya.
Menurutnya, kemampuan Wali Kota tidak diragukan lagi. Apalagi pernah menjadi anggota DPR RI Komisi XI. Hal senada juga diungkapkan Kepala Bappenas RI Bambang P.S.Brodjonegoro.
“Saya sudah kenal dan menjadi mitra pak Wali Kota pada tahun 2015 lalu, saat menjabat anggota DPR RI. Jika melihat pemaparannya, beliau berkeinginan mewujudkan kota jasa regional di wilayah Jawa Timur. Seperti membangun rumah sakit baru rujukan regional, pengembangan pelabuhan, maupun daerah penyangga pariwisata,” urai Bambang.
Menurut Bambang, sebuah daerah akan maju perekonomiannya jika memilih mengembangkan sektor jasa. Diantaranya, jasa perdagangan, jasa transportasi, jasa komunikasi, jasa pariwisata, ataupun jasa keuangan.
“Kota Probolinggo boleh merencanakan apapun, namun harus ada prioritas apa yang akan dilakukan. Selain 3 aspek yang dilakukan untuk menjadi kota jasa yang kompetitif, ada hal penting yang juga harus diperhatikan. Yaitu layanan dasar, tersedianya air bersih dan sanitasi yang layak. Jika ini sudah terpenuhi, maka bisa dipastikan derah tersebut maju dan bisa sejahtera masyarakatnya,” tegasnya.
Ia berjanji akan memfasilitasi keinginan Pemerintah Kota Probolinggo dalam membangun rumah sakit rujukan regional tersebut. Selain diajukan dalam DAK 2020, juga diajukan kepada investor swasta yang berminat. Termasuk beberapa rencana strategis yang disampaikan Wali Kota. (yul)
