KANIGARAN – Pemerintah Kota Probolinggo mengikuti video conference (vidcon) yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Rabu (9/9) pagi di Command Center terkait Program Pertashop milik PT. Pertamina. Vidcon ini mengundang gubernur, bupati dan wali kota se- Indonesia. Tidak ketinggalan juga Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin didampingi Sekda drg. Ninik Ira Wibawati dan Kepala DKUPP Fitriawati.
Dalam paparannya, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menjelaskan Pertamina sebagai Badan usaha Milik Negara (BUMN) mengenalkan program pertashop, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) mini resmi dari pertamina. “Pertamina serius mengembangkan pertashop. Pertashop adalah SPBU skala kecil. SPBU ini akan menjangkau desa-desa di seluruh Indonesia,” urainya.

Pertamina membangun pertashop di 3.827 kecamatan, tetapi hanya untuk kecamatan yang belum memiliki lembaga penyalur Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG. “Kita dapat berinvestasi di pertashop sehingga dapat menggerakan perekonomian dengan merekrut orang-orang,” sambungnya.
Wanita berjilbab itu menjelaskan, ada tiga kategori konsep pertashop yang ditawarkan. Di antaranya, Gold (kapasitas 400 liter, luas lahan 144 meter persegi, lokasi minimum radius 10 km), Platinum (kapasitas 1.000 liter, luas lahan 200 meter persegi, lokasi harus berada di kecamatan yang belum memiliki SPBU), Diamond (kapasitas 3.000 liter, luas lahan 500 meter persegi, syarat dan lokasinya sama dengan platinum).
“Peluang investasi pertashop ini terbuka bagi pemerintah desa, koperasi dan UKM juga boleh berinvestasi membangun pertashop. Untuk menjadi mitra, ada 6 tahapan yang harus dilalui. Mulai dari pengajuan, verifikasi administrasi, dan izin ke pemerintah daerah. Hingga pengajuan desain, dan pembangunan pertashop serta kontrak kerja sama dengan pertamina berdurasi 20 tahun,” ungkap wanita berkacamata ini menjelaskan.
Menindaklanjuti vidcon, Kepala DKUPP Fitriawati memberikan komentarnya ditemui usai acara. Fitriawati mewakili Wali Kota Habib Hadi Zainal Abidin menjelaskan, wilayah Kota Probolinggo merupakan wilayah kota yang telah memiliki SPBU Pertamina resmi, keberadaannya (SPBU) sudah mewakili radius kurang lebih 10 kilo meter dari setiap SPBU di masing-masing wilayah. Baik itu wilayah Kota Probolinggo bagian selatan, utara, barat dan timur.
“Pemerintah kota masih akan menjajaki kemungkinan adanya pertashop di Kota Probolinggo. Program ini bagus ya, untuk menjangkau masyarakat lebih dekat dengan SPBU. Kemungkinan bisa tidaknya ya kita jajaki dulu, karena persyaratannya tadi dijelaskan banyak, prosesnya pun juga banyak. Tentu pertamina juga akan melakukan survey lokasi sebelum pertashop itu didirikan. Kami dukung itu (pertashop), kalau memungkinkan bisa dibangun di pondok-pondok, di lingkungan masing-masing sesuai kebutuhan masyarakat,” timpalnya. (dewi)
