RAMADHAN, KOTA PROBOLINGGO KEMBALI ALAMI INFLASI

inflation

Probolinggo, 2/7/2015. BPS atau Badan Pusat Statistik Kota Probolinggo mengumumkan secara resmi bahwa terjadi Inflasi pada Bulan Juni 2015 di Kota Probolinggo, yakni sebesar 0,44 persen, turun 0,02 persen dari bulan sebelumnya sebesar 0,46 persen.

Angka inflasi ini menempatkan Kota Probolinggo diposisi ke-2 tertinggi setelah Kota Surabaya sebesar 0,54 persen dari 8 kota di Jawa Timur yang menjadi Kota IHK atau Indeks Harga Konsumen Nasional. Disusul Kota Malang dan Sumenep sebesar 0,38 persen, Madiun sebesar 0,32 persen, Banyuwangi dan Kota Kediri masing-masing sebesar 0,26 persen dan inflasi terendah terjadi di Jember sebesar 0,20 persen.

Menurut Kasi Statistik Distribusi BPS Kota Probolinggo, M. Machsus, dari tujuh kelompok pengeluaran, semuanya mengalami inflasi, yakni kelompok bahan makanan sebesar 0,78 persen, kelompok makanan jadi sebesar 0,26 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,23 persen, kelompok sandang sebesar 1,17 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,49 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,00 persen dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,29 persen.

“komoditas yang memberikan sumbangan sumbangan besar terjadinya inflasi ini adalah beras, ikan tongkol, telur ayam ras, gula pasir, sepeda, daging ayam ras, emas perhiasan dan sebagainya, sedangkan komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terjadinya deflasi adalah tahu, tomat yang terus turun, bawang merah, sawi hijau,  bayam, telur ayam kampung dan sebagainya”, lanjutnya.

Pada Bulan Juni 2015 ini, Jawa Timur mengalami inflasi sebesar 0,45 persen dan Nasional juga mengalami inflasi sebesar 0,54 persen. (SD)