Semipro ke-9 Tahun 2017 kali ini tampil sederhana sesuai tema yang diangkat, “Lokal Berbudaya”. Secara resmi dibuka Wali Kota Rukmini Senin(28/8) lalu di Panggung Garuda Alun-alun Kota Probolinggo. Opening Semipro menampilkan seni budaya lokal, dengan memberdayakan putra-putri daerah. Acara tersebut dihadiri Kepala Bakorwil Jember, Tjahjo Widodo.
Perdana, sajian kolaborasi unik tari jaran bodhag, glipang, dan tari lengger. Disusul, Paguyuban Kang dan Yuk Kota Probolinggo berpartisipasi menyajikan peragaan busana batik khas Kota Probolinggo.
Ketua Panitia Semipro Agus Efendi menyatakan semipro kali ini memang lebih menonjolkan budaya lokal dengan memberdayakan seniman lokal pula. Secara keseluruhan, semipro tahun ini bakal menyuguhkan 41 jenis kegiatan mulai dari olahraga, olahraga prestasi, festival hingga pameran produk unggulan.
Sebelumnya sudah ada rangkaian pra semipro, sejak tanggal 8 – 25 Agustus. Sedangkan acara inti, semipro digelar selama seminggu, mulai tanggal 28 – 4 September. Seperti tahun-tahun sebelumnya, semipro juga sekaligus menjadi rangkaian perayaan HUT ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Jadi Kota Probolinggo Ke-658.
“Untuk pawai budaya, ada 45 peserta dan hampir semuanya menampilkan budaya lokal. Dominan penampilan putra-putri daerah. Namun ada juga daerah lain yang berpartisipasi diantaranya, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Malang dan Sleman,” jelas Agus yang juga Kepala Disbudpar ini.
Dalam sambutannya, Wali Kota Rukmini menyatakan bahwa gelaran semipro merupakan cikal bakal upaya meningkatkan perekonomian dan mensejahterakan masyarakat. “Untuk Semipro kal ini, kami mengusung tema Lokal Berbudaya. Tema tersebut merupakan semangat kita bersama untuk mengangkat budaya Kota Probolinggo agar kembali dipahami dan digemari oleh masyarakat,” ujar Rukmini.
Menurutnya, budaya lokal merupakan sebuah kearifan para leluhur kita yang harus kembali dipedomani masyarakat. Kearifan lokal bisa dijadikan panduan budaya bagi masyarakat untuk kembali membangun Kota Probolinggo yang akan datang. Semua kalangan diharapkan terlibat dalam melestarikan budaya lokal, terutama generasi muda, sehingga tidak punah dan tergerus jaman.
“Saya apresiasi jika kalangan muda berpartisipasi dalam event budaya lokal. seperti Jula juli remaja, ludruk remaja, jaran bodhag kalangan remaja, keroncong remaja, sehingga anak-anak muda ini mengarah pada kegiatan yang positif,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bakorwil Jember, Tjahjo Widodo menyambut baik digelarnya Semipro tahun ini terutama dengan diusungnya tema lokal berbudaya. Menurutnya, ini merupakan upaya yang sangat baik di saat budaya lokal mulai terkikis.
“Sungguh tepat Wali Kota Probolinggo menggelar Semipro dengan mempromosikan kembali budaya lokal. Saat ini, dunia tengah mengalami resesi hingga beberapa persen. Saya mendukung penyajian seni tradisional terutama saat kapal-kapal asing bersandar di pelabunuhan Probolinggo. Pemberdayaan UKM yang ada di Semipro juga langkah yang strategis untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.,” tutur Tjahjo.
Di akhir sesi pembukaan Semipro 2017, aneka hiburan bernuansa religi dipersembahkan Padang Howo-Jo Klitik. Baru pamungkas tampilan dari Kumayl Mustafa Daood, vokalis grup musik Debu yang menghibur penonton berjumlah ribuan di area tenda utama itu.. Pria yang telah resmi jadi WNI sejak 2011 tersebut menyanyikan beberapa lagu bernuansa religious. (yul*)

