Probolinggo, 23/8/20108. Pedagang Kreatif Lapangan (PKL), yang pada tahun-tahun sebelumnya berjualan di Jalan Agus Salim dan Jalan KH. Mansyur pada pelaksanaan Seminggu di Kota Probolinggo (Semipro), tahun ini akan direlokasi ke Jalan Trunonoyo dan Jalan Ahmad Yani. Sebab itulah, ratusan PKL yang dikoordinatori oleh Alifaturochman, mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Probolinggo, Kamis (23/8) pagi.
Sekitar pukul 09.00 WIB, Alif mengungkapkan permintaannya untuk menempati lokasi di sisi kanan dan kiri Masjid Agung Kota Probolinggo, namun ditolak oleh panitia Semipro dengan alasan karena kawasan tersebut harus steril dari aktivitas jualan dan parkir.
“Kami sudah izin ke takmir Masjid Agung, tidak ada masalah kog, tapi panitia tetap mensterilkan,” katanya.
Seperti diketahui, jalan yang diperbolehkan dipakai oleh PKL berjualan diantaranya, Jalan Trunojoyo (penjara) dan Jalan Ahmad Yani atau depan Pendapo Kabupaten, sedangkan Jalan Agus Salim, depan Masjid Agung dan Jalan KH Mansyur harus steril dari pedagang.
Alif menambahkan, pihaknya menginginkan warga yang berjualan di Semipro adalah putra daerah, yang tak lain adalah warga Kota Probolinggo. “Saya pengennya putra daerah ini prioritas, ” tandasnya.
Memasuki penyelenggaraan yang ke 10 kalinya, Alif mengatakan bahwa baru kali ini PKL tidak dilibatkan. Padahal menurutnya, sudah ada sekitar empat ratus (400) PKL yang mendaftar kepadanya. “Biasanya kami bebankan biaya untuk sewa tenda dan lampu penerangan serta kebersihan selama Semipro berlangsung. Untung belum bayar semua,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Probolinggo, Muklas Kurniawan yang menemui perwakilan paguyuban PKL di ruang transit menyampaikan, aspirasi itu mereka terima dan akan diteruskan dalam rapat bersama komisi-komisi dan instansi terkait dalam waktu dekat. “Kami terima (pengaduan PKL terkait event Semipro) dan coba kami rumuskan bersama Pemda, EO, dan pihak-pihak terkait termasuk kalau perlu perwakilan PKL ini nanti kami undang juga agar bisa hadir. Karna ini event besar, harapannya ada win win solution yg melegakan (baik di pihak PKL, maupun pemerintah),” tandasnya. (Sonea)

