PROBOLINGGO– Guna mengantisipasi lonjakan permintaan dan harga sembako sepanjang Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1436 H, Pemerintah Kota Probolinggo menggelar operasi/ sidak pasar yang rutin dilakukan tiap tahunnya sebagai antisipasi dan pengawasan ketersediaan barang di lapangan.
Hari ini (6/7) kegiatan sidak dimulai pukul 10.00 WIB dipimpin langsung oleh Walikota Probolinggo Hj. Rukmini, S.H, M.Si didampingi oleh Sekdakot, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Diskoperindag, Kepala Disperta dan, satker terkait.
Pertama, rombongan menuju toko beras “Jaya Baru” yang berlokasi di Pasar Baru tepatnya Jl. Cut Nyak Dhien salah satu gudang atau agen beras di kota Probolinggo. Walikota bersama tim mengecek langsung ketersediaan barang, mutu, hingga harga. Harga beras yang dijual disana dari medium hingga premium dari Rp 8.500/ Kg- Rp 9.600/ Kg.
Selanjutnya rombongan menuju toko telur pahlawan “SBR 47” yang berada di seberang jalan sisi sebelah selatan Pasar Baru, harga di agen telur itu masih stabil Rp 16.000/ Kg termasuk ketersediaanya. Kemudian Walikota bersama tim menuju ke “UD Daya Bumi Djaya” sebagai agen minyak goreng yang berada di ruko Pangsud, harga minyak berbagai merk mulai dari Rp 8.500/ Liter- Rp 9.000/ Liter.
Terakhir, rombongan menuju “UD AKAS” sebagai salah satu gudang dan agen beras terbesar di kota Probolinggo, seperti yang dikatakan pemilik beras yang dijual digudangnya tidak menggunakan pemutih dengan berbagai merk dan kualitas tentunya.
Kepala Diskoperindag kota Probolinggo Sukarning Yuliastuti disela sidak mengungkapakan, kegiatan operasi pasar dilakukan rutin tiap tahunnya oleh Pemkot sebagai upaya pengawasan dan antisipasi lonjakan permintaan sepanjang Ramadhan dan menjelang Lebaran. “Kegiatan ini rutin dilakukan tiap tahun agar setiap hari raya Idul Fitri tidak ada lonjakan karena sudah diantisipasi dari Tingkat I dan Tingkat II, untuk ketersediannya sendiri juga aman hingga 2 bulan kedepan,” ujarnya. (Crl/ Ifa)
