Tahun Depan Indonesia Tuan Rumah IMF World Bank 2018

IMG-20171123-WA0010

Jakarta- Tahun 2018 The World is Coming to Indonesia, jadi sudah saatnya Bangsa Indonesia show case to the world tentang Indahnya Indonesia.

Kabar gembira ini disampaikan oleh Peter Jacobs selaku Kepala Satuan Tugas Pertemuan Tahunan IMF -World Bank 2018, dihadapan peserta pelatihan wartawan daerah bank Indonesia, di Hotel Sahid Jaya, Jakarta (21/11), pagi.

Sebelumnya pada bulan September tahun 2014, pihaknya telah mengikuti sejumlah tahapan prosedur agar Indonesia terpilih sebagai tuan rumah. Salah satunya dengan melakukan presentasi kesiapan Indonesia seputar tempat penyelenggaraan dan lain lainnya.

Jacob menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah kesempatan emas untuk dimanfaatkan. ” Ini merupakan moment pertama yang sangat penting karena akan diikuti 189 negara dan hampir seluruh dunia,” katanya.

Jacob menceritakan bahwa peserta yang hadir adalah para perwakilan Bank Sentral negara peserta. Selain itu juga akan dihadiri 3000 delegasi resmi, 5000 investor, 500 CEO dan ribuan undangan. “Jika dihitung, ada sekitar 15 ribu pengunjung akan datang ke lokasi perhelatan akbar di Pulau Dewata Bali, yang terpusat di Nusa Dua Bali,” ucap pria berkaca mata ini.

Jacob menjelaskan bahwa saat ini pihaknya telah melakukan beragam persiapan termasuk urusan fasilitas sarana prasarana yang akan dibutuhkan selama sepekan. Kabarnya sejak tahun 2015, Indonesia diumumkan sebagai Tuan rumah perhelatan akbar IMF ini. Dilapangan sangat berdampak pada peningkatan booking hotel selama kegiatan berlangsung pada tanggal 8 -14 Oktober 2018.

Jacob juga menekankan target prioritas bukan hanya pada satu sisi penyelenggaraan sukses. Akan tetapi ada manfaat jangka pendek dan jangka panjang yang ingin diraih. Untuk itu Indonesia akan show case memamerkan skema perekonomian yang sudah diterapkan seperti economy digitalized dengan e- money, serta Women Powerment atau pemberdayaan wanita di Indonesia.

“Selain dari kunjungan pariwisata, kita juga harapkan dari sektor investasi jangala panjang,” katanya.

Dia berharap setelah perhelatan skala internasional ini usai digelar akan mampu menarik bisa kembali ke Indonesia untuk berbisnis dan investasi. Sehingga akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan memberikan income devisa.

“Jangka panjang mereka bisa melihat kepemimpinan Indonesia, menambah networking antar negara, ” harapnya.

Diakhir materinya Jacob memprediksi kesuksesan event di Bali ini akan mengerakkan roda perekonomian setempat selama sepekan mencapai 100 Juta USD. “Jika tahun depan sukses menggelar acara besar ini, maka bukan hal mustahil akan banyak Konfrensi Internasional yang bisa di laksanakan di indonesia,” pungkasnya. (Oke)