
MAYANGAN – PT Pandu Persada ditunjuk sebagai jasa konsultan dan desain oleh Pemerintah Kota Probolinggo dalam pembangunan rumah sakit (RS) Baru di Jalan Prof Hamka, Kedopok. Kamis (15/10) siang perusahaan asal Bandung itu melakukan diskusi yang dibuka Wakil Wali Kota Probolinggo Mochammad Soufis Subri.
Sebanyak 17 tenaga kesehatan dari RSUD dr Mohamad Saleh terlibat dalam forum diskusi ini, selain itu juga hadir dinas terkait dalam proses pembangunan RS diantaranya adalah Dinas PUPR, Bappeda Litbang, Dinas Kesehatan P2KB, Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Perhubungan.
Ya, di tahun kedua kepemimpinan Wali Kota Hadi Zainal Abidin – Wawali Mochammad Soufis Subri berhasil membuktikan janjinya membangun rumah sakit (RS) baru, yang nantinya akan menjadi rumah sakit rujukan (tipe C pendidikan) di wilayah timur, Jawa Timur.
Wawali Subri menjelaskan tujuan diadakannya forum diskusi ini adalah untuk merencanakan pembangunan RS ke depan agar betul-betul bisa menampung aspirasi seluruh dokter di Kota Probolinggo. Tidak hanya bagus secara fisik, tetapi juga sesuai dengan aturan. “Harapannya adalah apabila semua dapat dikondisikan dengan baik lagi, seperti gedung layak, aturan terpenuhi, dokter nyaman, pasien nyaman sehingga bisa memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat Kota Probolinggo,” tutur Subri.
Subri pun menambahkan bahwa hal itu merupakan harapan Wali Kota Habib Hadi Zainal Abidin. Ia meminta doa restu kepada segenap masyarakat Kota Probolinggo atas pembangunan RS baru ini. “Saya tentu mohon bantuan doa dan dukungan kepada seluruh masyarakat Kota Probolinggo, stakeholder, karena harus diakui tidak mudah untuk mewujudkan impian masyarakat Kota Probolinggo,” harap Subri.
Salah satu dokter spesialis bedah, dr. Abraar HS Kuddah yang merupakan Pelaksana Teknis Direktur RSUD dr. Moh. Saleh ini berharap dengan adanya RS baru bisa melayani masyarakat Kota Probolinggo tanpa perlu dirujuk ke RS kota lain. “Sebetulnya pembangunan RS ini, harapan saya sangat besar dan sangat banyak. Terutama untuk memperbaiki pelayanan di Kota Probolinggo menjadi lebih paripurna,” katanya.
Lebih dari itu juru bicara gugus tugas percepatan penanganan COVID 19 Kota Probolinggo berharap para dokter RS di Kota Probolinggo bisa berkembang lagi, dengan disiplin ilmu yang baru berdasarkan keilmuan mereka. (dewi)
