TETAP BERKARYA MESKI PANDEMI, LOMBA HADRAH DIMINATI BANYAK PESERTA

KANIGARAN – “Musik Hadrah Al Banjari adalah seni musik klasik hadrah tanpa ditambahi alat musik lain, murni hanya menggunakan rebana. Hadrah Al Banjari diperkenalkan oleh Wali Songo untuk berdakwah, musik ini asli Indonesia,” ungkap Wakil Sekretaris PCNU Kota Probolinggo Masyhuri, saat Grand Final Lomba Hadrah, Minggu (18/10) sore di Puri Manggala Bhakti.

Seperti lomba diba, pelaksanaan Grand Final Lomba Hadrah Al Banjari juga menerapkan sistem buka-tutup peserta yang akan tampil. Hal ini dilakukan untuk membatasi jumlah orang dalam ruangan. Penerapan protokol kesehatan tetap harus dilakukan.

Hadrah melibatkan 10 orang dalam grup, membawakan sholawat nahdliyah atau pun sholawat tibbil qulub. Dengan kriteria penilaian meliputi keindahan suara, power, keutuhan suara, improvisasi dan perpaduan suara. Hanya alat musik rebana saja yang dimainkan dalam hadrah ini, mengutamakan kekompakan pukulan, harmonisasi pukulan dengan lagu variasi pukulan.

Masyhuri berharap melalui lomba Hadrah Al Banjari ini dapat menciptakan grup-grup hadrah di wilayah Kota Probolinggo, meskipun dalam situasi pandemi COVID 19 tetap semangat berkarya.

IMG 20201019 WA0022

Sebelumnya terdapat 29 peserta mengikuti seleksi lomba ini. Mereka mengirim video rekaman dan proses seleksi dilakukan tanggal 1 hingga 12 Oktober lalu. Berikut para pemenang Lomba Hadrah Al Banjari diantaranya adalah Al-Muezza, Ar-Riyash, Ashabul Mabar, Al-Karomah, Nurul Iman dan Nailil Marom.

Kabid Kebudayaan Disdikbud Sardi mengatakan Kota Probolinggo memiliki grup hadrah sangat banyak sehingga dalam gelaran HSN ini perlu melombakan. “Jenis musik hadrah di Kota Probolinggo sangat banyak. Sehingga dapat mengetahui potensi jika ada kegiatan di tingkat provinsi atau pusat bisa kita bina lebih baik lagi,” tutur pria hobi olahraga itu.

Sementara itu Rizal, 21 tahun, perwakilan grup Hadrah Al-Muezza mengungkapkan rasa bahagia luar biasa atas kemenangan grupnya. “Alhamdulillah, pokoknya senang aja. Kami sering latihan 2 sampai 3 kali seminggu, waktu senggang pun tetap latihan, daripada berbuat yang tidak berguna,” tuturnya selalu tersenyum itu. (dewi)