Radio Suara Kota menjadi salah satu media informasi yang dimiliki Pemerintah kota Probolinggo untuk menyampaikan visi, misi, dan sosialisasi program- program Pemkot disamping juga sebagai sarana hiburan dan pengaduan bagi masyarakat kota Probolinggo.
Guna meningkatkan kualitas dan eksistensi sebagai sumber informasi terpercaya ditengah kemajuan teknologi dan media sosial, perlu dilakukan peningkatan kualitas baik secara teknis maupun Sumber Daya Manusia (SDM) agar tidak ketinggalan zaman dan ditinggalkan pendengar.
Untuk kesekian kalinya Radio Suara Kota kembali mengirimkan personelnya untuk mengikuti diklat/ workshop pengembangan diri dan karir penyiaran seperti yang digelar radio City Guide Malang kemarin (9/9) dengan mengirimkan 3 penyiar, Yuli, Lina, dan Vivi.
“Setiap kali mengikuti pelatihan pasti mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru. Workshop kali ini terasa menyenangkan karena mentornya sangat enak ketika menjelaskan, nanti ilmu yang sudah didapat disini akan kita aplikasikan di radio Suara Kota sebagai evaluasi dan juga pengembangan diri,” kata Yuli penyiar.
Kepala Bidang Informasi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) kota Probolinggo selaku penanggung jawab radio mengungkapkan jika peningkatan kualitas terus dilakukan baik secara teknis maupun sumber daya manusianya karena radio Suara Kota merupakan Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL).
“Disamping up grade alat secara berkesinambungan, kita juga rutin memberikan pembekalan kepada seluruh kru radio baik tim manajemen maupun teknisi untuk peningkatan kualitas SDM. Biasanya kita kirim secara bergantian atau keseluruhan untuk mengikuti pelatihan atau diklat seperti sekarang ini,” ungkap Aries Santoso.
Yoyong Burhanuddin selaku Broadcasting Coach menerangkan jika radio atau media massa memiliki fungsi utama yaitu, media informasi, hiburan, edukasi, dan mempengaruhi. Pendengar radio berubah, maka radio juga harus berubah.
“Di Amerika 93% masyarakatnya mendengarkan radio karena selain fleksibel dan mobile, radio menjadi media informasi terpercaya dan paling aktual. Untuk itu insan radio perlu membangun habbit atau budaya agar masyarakat mendengarkan radio secara mobile atau melalui gadget,” ujarnya.
One Day Workshop di Radio City 911 FM Malang kali ini memasuki tahun kedua, bertujuan untuk peningkatan kualitas SDM keradioan dan wawasan tentang dunia siaran radio yang terbagi dalam tiga sesi pembahasan, The World Of Broadcasting, Profesional Career, and Speaking With Excellent. (Crl)
