WALI KOTA IMBAU MASYARAKAT PERIKSAKAN DIRI, UTAMANYA SETELAH LIBURAN

KANIGARAN – Sepanjang wabah pandemi COVID-19 berlangsung, catatan data pantauan pasien terkonfirmasi positif COVID 19 Kota Probolinggo per 22 November 2020, mencapai angka 727 orang. Rinciannya 52 orang dirawat, 624 sembuh, dan 51 orang lainnya meninggal dunia.

Hal itu disampaikan Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin, saat memimpin Rapat Koordinasi Pencegahan dan Penanganan Konflik Sosial Bulan Nopember 2020, Senin (23/11) di ruang Command Center.

IMG 20201123 WA0099

“Padahal kalau kita mau lihat ke belakang, tepatnya tanggal 25 Oktober, pasien yang dirawat hanya 4 orang saja. Tapi per (tanggal) kemarin, angkanya melonjak tajam menjadi lima puluh orang lebih. Berdasarkan pantauan saya, sepertinya ini adalah efek libur panjang beberapa waktu lalu,” katanya.

Lonjakan angka yang tinggi, membuat orang nomor satu di Kota Probolinggo itu, menghimbau masyarakat agar mau memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. Terutama mereka yang baru saja melakukan aktivitas liburan.

“Sekarang masyarakat khawatir, seakan-akan kalau datang ke pelayanan kesehatan nanti akan dicovidkan. Tentu ini suatu pemahaman yang keliru dan harus kita ubah mumpung (saat ini) situasinya masih terkendali dan kondusif,” ungkapnya.

Menurut wali kota, banyak masyarakat yang datang ke rumah sakit, justru dalam keadaaan yang sudah terbilang lemah dan parah. Sehingga terlambat untuk mendapatkan penanganan medis secara cepat dan tepat.

Rendahnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatannya ditengah lonjakan angka pasien terkonfirmasi positif yang terbilang tinggi, ia menambahkan, tak menutup kemungkinan Kota Probolinggo akan kembali ke zona merah. “Ini merupakan tantangan kita bersama, untuk konsen pada solusi, agar hal-hal yang tak diinginkan, tidak terjadi,” ujarnya.

Jelang libur panjang dan cuti bersama Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, Wali Kota juga meminta semua pihak untuk siap siaga adanya potensi penularan virus ini. Habib mengimbau agar masyarakat memanfaatkan libur panjang tanpa harus meningkatkan penularan COVID-19. “Masyarakat harus bisa lebih cerdas dan memilah dengan baik destinasi liburan. Jangan berkerumun atau mendatangi tempat dengan potensi kerumunan,” pungkasnya.

Rapat Koordinasi Pencegahan dan Penanganan Konflik Sosial Kota Probolinggo Bulan November Tahun 2020, juga turut dihadiri Sekda Kota Drg. Ninik Ira Wibawati, Perwira Penghubung (Papung) Kodim 0820/Probolinggo Puguh Jatmiko, Panitera Muda (Panmud) Pengadilan Negeri M. Heru G, Ketua Kejaksaan Negeri Yeni Puspita, Kepala Bakesbangpol Ahmad Sudiyanto, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Budi Krisyanto, unsur Korem dan Badan Intelijen Jatim, Polresta dan OPD di lingkungan Pemkot Probolinggo. (Sonea)