Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Probolinggo menggelar kegiatan Pelatihan bagi 441 Petugas Pencacah dan Pengawas Sensus Ekonomi (SE) 2016. Kegiatan yang rencananya dilaksanakan dalam 4 (empat) tahap ini, diawali Opening ceremony yang dihadiri oleh Walikota Probolinggo yang didampingi oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, serta sejumlah pimpinan satuan kerja di lingkungan pemkot setempat, bertempat Hotel Bromo View Probolinggo pada Senin 28 Maret 2016.
Dalam sambutannya Walikota Probolinggo, Hj. Rukmini meminta para petugas sensus harus tampil Percaya Diri, sabar, ramah, telaten saat melakukan pendataan. Sebab responden yang disensus adalah dari beragam pelaku usaha, baik di perusahaan, toko, warung, bengkel, bank dan rumah tangga.
“Besar kemungkinan, responden cuek, atau memberi data sambil melakukan pekerjaannya, karena mereka termasuk kategori orang sibuk. Untuk itu tetaplah sabar, ramah dan telaten,” saran Rukmini kepada 120 pencacah yang hadir pada pelatihan tahap satu siang itu. Menurutnya kepercayaan diri akan muncul ketika petugas dapat menguasai teknis pelaksanaan sensus sesuai buku pedoman, tampil rapi, sopan, serta menggunakan busana yang bersih yang telah disediakan BPS.
Rukmini juga menambahkan bahwa melalui kegiatan pelatihan yang digelar hingga 15 April mendatang ini, BPS akan memaparkan konsep dan definisi yang digunakan, tata cara penggunaan daftar, tata cara melakukan pendataan dan tata cara kerja di dalam sensus. Sehingga petugas sensus dapat memahami sepenuhnya kegiatan SE ini.
Demi sukses dan tercapainya tujuan SE ini diharapkan agar petugas sensus dapat mengumpulkan data dengan benar dan akurat. “Berdasarkan data tersebut pemerintah dapat membantu pemasaran maupun penyediaan bahan bakunya,” kata Rukmini disambut tepuk tangan undangan yang hadir. Dari data hasil SE yang terkumpul, pemerintah dapat menggunakanya sebagai pedoman dalam menyusun dan menentukan arah kebijakan ekonomi di tingkat Kota/Kab, Provinsi hingga Nasional. (oke)
