Minggu (6/8) di sepanjang jalan Sunan Ampel, Kelurahan Jrebeng Lor Kecamatan Kedopok merupakan saksi acara Semarak Pagi Kota Probolinggo (SPKP) episode ke-3 diselenggarakan dibulan kemerdekaan 2017.
Acara yang menjadi ajang hiburan dan wisata menarik bagi warga kota Probolinggo dan juga sebagai upaya pemerintah kota meningkatkan perekonomian masyarakat itu diikuti oleh 49 stan terdiri dari 32 stan dari OPD (Organisasi Perangkat Daerah), 7 stan dari swasta, 5 stan dari UMK, dan 5 stan dari sekolah, seperti yang disampaikan oleh Leading Sektor SPKP pagi itu DKUPP Gatot Wahyudi dalam laporannya.
Pria yang akrab disapa Gatot ini juga menuturkan maksud dari kegiatan SPK. “SPKP ini diselenggarakan dengan maksud untuk menggerakkan sektor riel UMK dan Koperasi di Kota Probolinggo dan sebagai salah satu tujuannya adalah untuk mempercepat arus informasi pembangunan kepada masyarakat Kota Probolinggo dan meningkatkan perekonomian warga.’’
Senada yang disampaikan Gatot WaliKota Rukmini yang hadir pagi itu menyampaikan SPKP adalah kegiatan unggulan Pemkot “SPKP salah satu kesempatan bagi masyarakat Kota Probolinggo untuk memasarkan hasil produknya. Mungkin ada masyarakat kita yang punya produk baru, ya di sinilah kesempatan untuk mengenalkan lebih luas produk masyarakat itu”
Terkait dengan akses terhadap pasar, Rukmini meyakini itu sebagai salah satu masalah yang dihadapi pelaku usaha mikro kecil (UMK). “Keberhasilan pelaku UMK akan berdampak positif terhadap perekonomian warga. Sayangnya, akses terhadap pasar masih menjadi kendala bagi mereka, selain permodalan tentunya. Nah SPK ini salah satu jalan keluar yang ditawarkan Pemkot untuk mengakses pasar bagi produk UMK. Selain itu saya sangat mendukung koperasi-koperasi berkembang dengan baik di Kota Probolinggo, agar pelaku UMK bisa mendapatkan modal usahanya,” ungkap Rukmini.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga meresmikan penggunaan logo Seminggu di Kota Probolinggo (SEMIPRO) 2017 yang digelar selama seminggu dari tanggal 28/8 sampai dengan 3/9.SEMIPRO sendiri adalah merupakan acara bergengsi yang ada dikota Probolinggo dalam rangka HUT Ri ke-72 dan Hari jadi Kota Probolinggo yang ke-658 Tahun 2017.
Pemerintah Kota Probolinggo mengusung Jaran Bodhag sebagai logo SEMIPRO tahun 2017, Dimana jaran Bodhag sendiri merupakan warisan seni dan budaya masyarakat Kota Probolinggo yang sudah tercatat sebagai Warisan Budaya Tak Benda Nasional oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.Acara yang dipusatkan di Alun-alun Kota Probolinggo itu dengan mengusung tema LOKAL BERBUDAYA maknanya sendiri adalah guna melestarikan budaya maupun adat, yang ada di kota Probolinggo dengan menyajikan tampilan sejumlah kesenian lokal dalam gelaran event Semipro (vi2)

